Gaya Hidup

4 Gaya Hidup Milenial yang Salah Namun Tetap Eksis

Era yang serba teknologi ini memang sangat memudahkan kita dalam keseharian. Tapi sadarkah kita jika dilain sisi juga perkembangan zaman ini punya anomalinya sendiri. Salah satu dampaknya yang terlihat adalah pola hidup yang terbentuk pada generasi milenial.

Banyak aspek dalam gaya hidup yang dikomplain pada generasi milenial, tapi kita sebenernya kita juga tak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya. Mereka terlahir dan besar di saat teknologi sudah mengelilingi semua kegiatan. Tapia da beberapa yang sebenarnya buruk untuk dilakukan namun tetap saja ada, apa saja?

Gadget

Lewat perkembangan yang ada, generasi milenial dipaksa menjadikan gadget khususnya ponsel sebagai barang yang tak pernah lepas dari genggaman. Mulai dari bangun tidur sampai ingin tidur kembali, ponsel pasti ada di dekatnya.

Sadar atau tidak ini sangatlah buruk, selain radiasinya yang buruk untuk tubuh kecanduan gadget juga membuat kita menjadi antipati sosial karena sibuk bermain ponsel.

Tips; Tanamkan di kepala jika ponsel dan gadget lainnya adalah benda yang membantu kita bukan menguasai kita. Jika tak ada aktivitas penting di gadget maka taruhlah dan lihat sekitar dengan seksama, maka kita akan tahu mengamati sekitar adalah hal yang menyenangkan.

Hedon

Teknologi itu identik dengan kemewahan, karena ia telah dibalut dengan kecanggihan dan material yang tak murah. Hal ini pula yang membuat anak muda saat ini cenderung memilih gaya hidup hedon meski penghasilannya tak mendukung.

Tips; Percaya jika tampil sederhana pun akan tetap membuat kita keren dan berkarakter. Memahami diri sendiri akan membantu kita untuk tahu yang sebenarnya kita butuhkan.

Kebebasan

Untuk hal yang satu ini Lanang Indonesia pernah mengulasnya secara mendalam dan kontemplatif dengan artikel Tak Selamanya Kebebasan Itu Asyik. Seperti kita tahu jika generasi milenial sangat memuja-muja kata kebebasan, walaupun pada akhirnya tak sedikit yang menyesal setelah merasakannya.

Tips; Pahami lebih dalam apa arti kebebasan dan siapa diri kita yang sebenarnya. Maka dari situ kita akan tahu di mana kita akan meletakkan pilihan.

Nilai

Edukasi yang minim dan ketidak siapan menerima perubahan telah merubah batas-batas nilai dan norma yang ada. Krisis yang terjadi pada fenomena ini memang sudah sangat terlihat, di mana para remaja berbicara sambil bermain ponsel tanpa menatap wajah lawan bicaranya adalah hal biasa. Lalu memperlakukan orang yang lebih tua pun kini tak ada bedanya dengan teman sebaya.

Semua itu terjadi karena adanya perubahan salah satunya teknologi yang membuat pola pikir dan prilaku kita berubah.

Tips; Jangan tiru segala sesuatu yang baru begitu saja, karena tak semua hal yang terlihat keren itu baik dan bisa diterapkan disemua tempat.

Menjaga karakter di tengah arus perubahan memang sulit, tapi akan lebih sulit jika kita telah kehilangan karakter. Selamat beraktivitas guys!