Tak terasa Jakarta akan segera berulang tahun yang ke-489. Di usianya yang semakin tua ini mungkin Jakarta bisa semakin beradab, tapi bukan berarti kota ini semakin bersahabat. Daya tariknya sebagai ibu kota selalu membuat persaingan di segala lini semakin ketat tiap tahunnya. Banyak perantau yang mencoba mengadu nasib di sini justru kalah dan harus kembali ke kampung dengan tangan hampa.

Lalu apa saja caranya untuk bertahan hidup di Jakarta? Lanang Indonesia akan memulai Jakarta week ini dengan berbagi beberapa tips survive di ibu kota, check this out bro!

Tempat Bernaung

Lupakan semua kemewahan yang ada di iklan “Enjoy Jakarta,” mulailah dengan mencari tempat kos yang murah tapi setidaknya masih manusiawi. Tidak masalah dengan kamar mandi di luar karena fitur kosan ini bisa mengakomodasi sosialisasi kalian dengan tetangga kosan.

Akan lebih baik jika kita punya saudara di Jakarta, mereka bisa menjadi tempat tinggal sementara setidaknya untuk tahun pertama. Bukan berarti gratis juga, berikan apa yang bisa kalian lakukan sebagai pengganti ongkos tinggal. Jangan terlalu betah, karena dengan terlena terus bertahan di rumah orang lain akan membuat Anda manja.

Transportasi

Akan sangat menekan pengeluaran transportasi jika Anda sudah memiliki kendaraan sendiri dan membawanya dari kampung. Motor adalah kendaraan yang paling masuk akal untuk berkomuter di Jakarta karena hingga hari ini transportasi umum masih jauh dari ramah dan boros waktu.

Biasakan diri dengan kemacetan Jakarta karena selama di sini Anda tidak akan bisa lepas dari tiga hal; macet, panas dan banjir.

Pemasukan

Jika Anda datang ke sini tidak dengan setumpuk jadwal wawancara di perusahaan maka segeralah mencari pekerjaan. Biaya hidup di kota ini tidaklah murah. Tinggal di kosan jika diambil rata-rata sekali makan Rp 15.000 maka sehari Anda akan menghabiskan Rp 45.000, dikali 30 maka dalam sebulan Anda membutuhkan Rp 1.350.000, ini hanya untuk makan. Orang tua tidak mengirim Anda ke kota hanya untuk makan bukan?

Buang Idealisme

Anda sarjana cum laude dari universitas ternama? Beberapa perusahaan maju sering kali lebih memilih calon karyawan yang berpengalaman ketimbang anak baru lulus. Ijazah Anda hanya menjadi entry card menuju panggilan wawancara, sisanya keterampilan dalam urusan lobi dan latar belakang skill-lah yang akan menentukan Anda diterima atau tidak.

Jangan heran jika Ketika bekerja ternyata Anda menemukan rekan kerja lainnya justru dari kampus biasa atau bahkan masih di tingkatan SMA. Ini Jakarta mas, tempat semua yang tak masuk akal dipaksa masuk akal.

Gaya Hidup

Ketika sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup atau mungkin melebihi ekspektasi berusahalah untuk tetap normal. Banyak perantau yang terlihat perlente saat pulang ke kampung tapi ternyata rekeningnya kosong. Tadinya dari desa hanya pakai sampo sachet di warung, mendadak saat di kota harus pakai sampo khusus dari dokter kulit atas nama penampilan.

Untuk menghindari hal ini maka tak perlu berlebihan dalam urusan perawatan gaya. Lakukan upgrade pada poin-poin penting dan yang setidaknya bisa mengakomodasi representasi Anda selama bekerja. Pria keren itu bukan pria yang pakai jeans mahal, tapi pria yang di dalam jeans belelnya banyak uang cash karena bank sudah tak sanggup menyimpan tabungannya.

Sebelum berangkat ke Jakarta, pastikan semua rencana sudah dalam jalurnya dan Anda sudah memiliki plan B, C hingga Z jika ternyata semua tak berjalan mulus. Pria yang merantau tanpa persiapan seperti prajurit yang berangkat ke medan perang hanya bermodalkan baju zirah, tanpa pedang dan perisai Anda hanyalah daging segar.