Gaya Lanang

5 Sneakers Legendaris Seabad

Memberi kesan energik, muda dan bergairah membuat sneakers selalu digandrungi oleh anak muda, mungkin sobat lanang juga salah satu penggemarnya. Dalam ulasan kali ini Lanang Indonesia akan membahas sneakers atau sepatu olahraga yang sangat identik dengan generasi milenial tapi ternyata punya sejarah yang begitu panjang.

Jangan salah bro, kalau kalian menganggap sepatu ini baru jadi tren satu dekade belakangan. Kisah sneakers sendiri berawal dari abad ke-18, yang pertama kali dikenal dengan nama plimsolls di Inggris. Setelah mengalami perkembangan, pada era 50-an sneakers sudah mulai dilirik sebagai bagian dari mode, bahkan kini meluas menjadi budaya dan simbol kemodernan.

Beberapa sneakers bahkan telah ada yang berumur 1 abad dan masih eksis di kaki-kaki anak muda sampai sekarang. Apa saja sneakers tersebut?

 

Converse All Stars

111714_3-620x424

Pernah diklaim sebagai sepatu ternyaman membuat Lanang Indonesia memposisikan sepatu ini diurutan pertama. Sepatu ini begitu melegenda, tak hanya olahraga, bahkan banyak grup band menjadikan Converse All Stars sepatu wajib untuk dimiliki. Salah satu band yang identik dengan Converse All Stars adalah The Rolling Stones.

Kini Converse All Stars adalah sneakers tertua yang masih dijual hingga sekarang sejak tahun 1917. Pada masa kejayaannya Converse All Stars pernah mencatatkan rekor penjualan dimana dibeli tiap 43 detik, sungguh legenda bukan.

Onitsuka Tiger Corsair

deportivas-onitsuka-tiger-tiger-corsair-vin_1000x667_129245_1-620x424

Percaya atau tidak sepatu yang membuat orang demam joging pada era 70-an ini adalah nenek moyang dari Nike. Kisah tersebut berawal saat kelahiran Corsair pada tahun 1969 dimana pakar joging dari Amerika Serikat Bill Bowerman tertarik untuk memperkenalkannya ke Amerika Serikat.   Onitsuka sendiri telah ada pada tahun 1949 di Jepang.

Setelah cukup lama berteman Bowerman dan Onitsuka Tiger akhirnya berpisah, lalu Bowerman meluncurkan sepatunya sendiri di bawah bendera Nike. Alur garis yang simpel dengan warna polos yang menarik membuat sepatu ini masih dicintai hingga sekarang.

New Balance 574

d7b83209-0651-4a01-aa9e-45f82c9a8ef0-620x424

Pentolan sneakers dari Amerika Serikat ini sudah eksis sejak tahun 1906 yang didirikan oleh William J Riley. New Balance sendiri memilih untuk menamai sepatunya dengan angka agar para pemakainya fokus terhadap keunggulan sepatu ini, bukan pada namanya.

Dari semua produknya mungkin seri 574 lah yang paling ikonis. Meski baru hadir belakangan dan dibuat dari sisa bahan seri 576, namun 574 begitu menarik dengan ujung yang cenderung kotak, punggung yang tinggi dan bagian tumit yang pas. Desain garis New Balance 574 pun begitu maskulin, terbukti dengan para artis HipHop Amerika Serikat yang menggunakannya seperti Mos Def, Pharell dan Raekwon.

Selain itu sepatu yang telah digunakan oleh para atlet sejak satu abad silam ini memiliki keunggulan lainnya. Hal itu ialah bisa dikostumisasi oleh pembelinya secara online. Para pembeli dapat mengganti warna di tiap bagian New Balance 574, mulai dari tali, alas bahkan sampai mengukirkan tanda tangan mereka sendiri di bagian belakangnya.

Adidas Stan Smith

1_395942_zm-620x424

Tak perlu ditanya lagi dedikasi Adidas dalam dunia olahraga khususnya sepatu. Perusahaan ini hadir sejak tahun 1920. Adidas pernah mencatatkan Guinnes Book of World Record pada tahun 1988 dengan menjual 22 juta pasang sepatu Adidas Stan Smith.

Karena hal itu pula Adidas Stan Smith menjadi salah satu sneakers legenda. Pertama kali diluncurkan pada tahun 1963, Adidas Stan Smith awalnya diperuntukkan bagi para pemain tenis. Sepatu ini sendiri didesain oleh Holest Dassler yang merupakan putra dari pendiri Adidas, Adolf “Adi” Dassler.

Lucunya ialah pihak Adidas yang lebih merekomendasikan Stan Smith berwarna biru karena dianggap akan lebih populer. Tapi faktanya warna hijaulah yang lebih menghiasi kaki para penikmat Adidas.

Vans Authentic

vans-authentic-schuhe-tawny-port-mars-1410-zoom-0-620x424

Sneakers yang baru saja kabur dari Indonesia karena tak tahan dengan pembajakan ini masuk dalam daftar sneakers legendaris versi Lanang Indonesia. Sejarah Vans sendiri bermula pada tahun 1966, dimana Paul Van Doren, Jim Van Doren, Gordon Lee dan Serge Dalia membuka took sepatu khusus untuk yang sudah memesan sebelumnya.

Pada hari pertamanya para pelanggan membeli sepatu yang dinamai #44 sebanyak 12 pasang. Sepatu tersebutlah yang sekarang dikenal dengan nama Authentic. Setelah itu Vans dengan Authentic-nya mulai berpetualang ke kaki-kaki para pemain skateboard. Pemain skateboard legendaris seperti Stacy Peralta, Z-Boys dan Tony Alva selalu menggunakan Vans untuk memenangi berbagai kompetisi. Kini sepatu ini juga merasuk ke dalam para pemain musik, mulai dari genre punk rock, HipHop dan Emo.