Gaya Lanang

Deodoran, Beda Jenis Beda Fungsi!

Kekuatan penciuman wanita lebih besar hingga 50% dibanding pria. Bila kamu masih jomblo, ini bisa jadi pertimbangan untuk meninjau ulang problem sederhana  yang bernama bau badan. Oleh karena itu, memilih dan memastikan deodoran bekerja dengan efektif sangat penting.

Namun, bagaimana jika sudah memakai deodoran tapi masih tetap tercium aroma tidak sedap? Atau setelah memakai deodoran malah menimbulkan masalah baru seperti kulit ketiak yang sangat kering dan pecah-pecah? Kali ini Lanang Indonesia akan berbagi info untuk bro sekalian mengenai jenis-jenis deodoran termasuk cara memilih yang paling pas untuk kegiatan sehari-hari.

Mari kita mulai dengan memahami perbedaan deodoran dan antiperspiran.  Deodoran berfungsi mengurangi bakteri di keringat. Sementara antiperspiran yang mengandung 10-15% aluminium berfungsi mengurangi keringat dengan  menutup jalan kelenjar keringat ke kulit. Jadi, bila kalian termasuk pria yang sangat mudah berkeringat, memakai deodoran saja bukan solusi.

STICK/SOLID

Deodoran jenis stick/solid termasuk paling nyaman disapukan pada ketiak karena cepat kering dan cepat meresap. Kalau kulit ketiak kalian termasuk tipe kering, pilih deodoran ini karena tak akan membuat kulit pecah-pecah atau menghitam.  Jenis ini cocok untuk daerah beriklim tropis atau kalau kalian banyak berativitas outdoor. Sayangnya jenis ini mudah meleleh khususnya saat dibawa dalam pesawat. Ia pun cenderung bernoda kuning pada baju.

ROLL ON

Berupa cairan, deodoran berbentuk roll on paling pas dipakai di area dingin atau jika kalian lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangan ber-AC. Kekurangannya menyerupai jenis stick, yakni mudah meleleh khususnya di pesawat.

SPRAY

Spray termasuk deodoran termahal  namun daya tahan dan wanginya paling awet dibandingkan kedua jenis di atas.  Bila harga tak jadi masalah, lebih baik pakai deodoran jenis ini. Namun bila kalian cukup peduli lingkungan, pilih yang lain karena kandungan aerosolnya berkontribusi merusak atmosfer.

GEL

Jenis gel ‘sangat mengeringkan’. Karena itu, deodoran jenis ini paling efektif mencegah bau badan saat berolahraga. Ini juga jadi jawaban bagi pria yang bermasalah dengan produksi keringat berlebih.

PASTA

Deodoran berbentuk pasta adalah versi natural dari deodoran. Ia tidak mengandung aluminium penghambat keringat seperti pada stick, roll on dan spray. Cocok bagi kalian yang menganut gaya hidup organik.  Hanya saja, karena ia tidak bisa mencegah produksi keringat maka jenis ini hanya cocok dipakai bila kalian tidak beraktivitas berat.

KRISTAL

Ini adalah deodoran kekinian yang terbuat dari bebatuan mineral dan garam untuk membasmi bakteri penyebab bau badan. Berbagai review di daring menyebutkan efektivitas kristal sebagai deodoran merupakan yang paling baik. Beberapa produsennya mengklaim kalau deodoran ini tak mengandung aluminium yang konon berpotensi menyebabkan kanker dan alzheimer. Jenis ini belum banyak ditemukan di pasaran tanah air. Kalian bisa dapatkan secara online, seperti Crystal Body Deodorant Stick atau Thai Deodorant Stone Crystal.

PATCH

Jika salah satu kelebihan diri kalian adalah produksi keringat, tinggalkan jenis deodoran pasaran dan beralih ke deodoran klinis seperti jenis patch. Bentuknya seperti koyo cabe yang ditempel di area kelebihan keringat seperti ketiak. Kandungan aluminiumnya melebihi deodoran rata-rata. Beberapa contohnya adalah SweatBlock Anti Perspirant-Clinical Strength dan Sweat ShieldUltra Antiperspirant-Clinical Strength.

Mengapa mas bro sekalian harus tahu perbedaan setiap jenis deodoran ini? Karena ada sebuah penelitian yang mengungkapkan kemampuan tubuh untuk menjadi resisten terhadap kandungan kimia dari luar tubuh. Artinya, memakai jenis deodoran yang sama terus menerus tetap berisiko bau badan. Oleh karena itu, miliki beberapa jenis deodoran untuk aktivitas yang berbeda cukup dianjurkan.

Jadi bro segera tinjau kembali deodoran kalian ya. Mari jadikan bau badan sebagai masa lalu kelam yang tak perlu diungkit-ungkit lagi!