Sumbangsih para seniman Indonesia patut diapresiasi. Hasil karya dari buah pemikirannya membuat Indonesia tak pernah kering untuk soal keindahan. Banyak yang telah mengaguminya dan mengulas ratusan kali karyanya.

Berbeda dari yang lainnya, Lanang Indonesia akan mengulas gaya mereka dalam berpenampilan. Biar bagaimana pun penampilan mereka merupakan hasil dari pikiran mereka juga.

Mooi Indie

kolase2

Ronggo Warsito dan Raden Saleh | Dok. Istimewa

Masa-masa ini eksis di pertengahan abad ke 19, jauh sebelum Indonesia merdeka para seniman lokal telah menunjukkan batang hidung lewat karyanya. Pada masa-masa ini di awali oleh Raden Saleh, lalu diikuti oleh Abdullah Surio Subroto . Sedangkan penyair yang terkenal di era ini ialah Ronggo Warsito.

Pada masa ini gaya penampilan para seniman cenderung memadukan antara pakaian adat dan pakaian Eropa. Maklum saja, pada masa itu arus kebudayaan Eropa sangat kuat karena masa pendudukan Belanda. Sebut saja Raden Saleh yang sering menggunakan jas, jubah, bahkan pakaian safari ala kerajaan Belanda yang dipadukan dengan blankon dan sorban.

Revolusi

ddvkwgvumaawbxy-620x424

Para pendiri kelompok seni Gelanggang, (dari kiri) Mochtar Apin, Asrul Sani, Baharuddin, Henk Ngantung, Chairil Anwar. Jakarta, 1948. | Dok. Potret Lawas

Masa-masa ini adalah masa yang melahirkan seniman-seniman hebat Indonesia. Sebut saja, Chairil Anwar, Henk Ngantung, Ismail Marzuki, Asrul Sani dan HB Jassin. Mereka berkutat di saat Indonesia sedang persiapan untuk merdeka. Selain itu pelukis legenda seperti Affandi dan Basuki Abdullah besar di era ini.

Pada masa ini gaya para seniman Indonesia terbiasa dengan pakaian safari, kemeja dan celana bahan. Maklum karena masa itu para tokoh politik memberikan pengaruh yang kuat soal penampilan karena intensitasnya tampil di depan publik untuk menyerukan kemerdekaan. Mungkin hanya Affandi saja yang tampil begitu sederhana.

Sepatu pantofel dengan kaus kaki longgar dan kemeja besar yang dimasukkan ke dalam celana, mungkin adalah kelucuan para seniman dalam berpenampilan pada saat itu.

Pasca-Kemerdekaan

kolase3

(dari kiri) Pramoedya Ananta Toer, Joko Pekik dan Goenawan Mohammad | Dok. Istimewa

Pada masa ini perkembangan seniman Indonesia sangat baik karena perhatian Soekarno terhadap seni begitu tinggi. Dalam masa ini lahir dua kelompok seni besar, yakni Lekra atau Lembaga Kebudayaan Rakyat dan Manikebu atau Manifesto kebudayaan.

Kelompok Lekra diisi oleh nama-nama seperti Pramoedya Ananta Toer, Joko Pekik dan Hendra Gunawan. Sedangkan Manikebu diisi oleh Taufik Ismail, Goenawan Mohammad dan Soe Hok Djin. Dalam masa ini penampilan seniman Indonesia lebih berwarna dan ekspresif. Tak ada penyeragaman di antara mereka. Misalnya saja Pramoedya Ananta Toer yang suka memakai sarung, Joko Pekik yang santai dengan kaus oblong dan jenggot kumisnya yang panjang namun tipis.

 

Kini

kolaselast-1

(dari kiri) Sudjiwo Tedjo, Eko Nugroho dan Hanafi | Dok. Istimewa

Era ini dimulai pada 90an sampai sekarang. Para seniman pun lebih kaya dalam berkarya dari berbagai wadah dan paham. Penampilan pada era ini cenderung individu, di mana tiap seniman mempunyai gayanya sendiri karena banyaknya referensi dari beberapa era sebelumnya.

Nama-nama seperti Sudjiwo Tedjo, Eko Nugroho dan Hanafi adalah nama seniman menghiasi era ini. Penampilannya pun cenderung kontemporer dengan pakaian dengan warna-warna mencolok atau yang kaya akan motif.