Gaya Hidup

Hipster dan Hippies Itu Beda Bro!

Berawal dari pemahaman beberapa orang yang salah dalam mengerti apa itu Hipster dan Hippies, maka terinspirasilah artikel ini untuk mengulasnya. Mungkin tak ada yang istimewa dari topik ini, tapi yang paling menyedihkan adalah pemahaman tersebut terucap dari orang-orang yang tanpa sadar meniru gaya Hipster dan Hippies.

Sebenarnya solusinya sangat sederhana, cukup browsing sebentar di ponsel yang pintar dan baca dengan seksama. Namun malasnya rasa untuk cari tahu lebih jauhlah yang jadi persoalannya. Oke, Lanang Indonesia ingin memberi pencerahan sedikit kepada sobat lanang semua soal ini, terlebih Hipster dan Hippies kini kembali diadopsi menjadi acuan anak muda dalam berpenampilan.

HIPPIES

Sejarah

Pemuda-pemudi Hippies mulai terbentuk pada era 60-an ketika anak muda di Amerika berkumpul dengan atas nama perdamaian dan perubahan sosial-politik. Mereka hadir untuk menentang perang antara Amerika dan Vietnam yang dirasa tak sesuai dengan konsep perdamaian. Semboyan mereka “Make Love Not War”.

Mereka tumbuh dan besar dengan cepat, Hippies juga biasa disebut dengan Flowers Generation atau Generasi Bunga. Banyak grup band yang lahir dari konsep ini, misalnya Jimi Hendrix, sedangkan di Indonesia ada AKA dan Black Brothers di era 70-an, lalu muncul lagi The Flower dan Bunga yang digawangi oleh Galang Rambu Anarki pada tahun 90-an.

Penampilan

Baju-baju dengan warna tie-dye, celana cutbray serta aksesoris syarat motif dan warna adalah ciri khas mereka. Biasanya Hippies tak lepas dari nuansa psychedelic. Hippies cenderung lebih berwarna dalam mengekspresikan penampilannya. Jika sobat lanang ingin melihat Hippies dengan jelas maka tontonlah dokumenter festival musik dan seni The Woodstock pada 15-18 Agustus 1969. Acara ini merupakan festival Hippies terbesar sepanjang sejarah.

Pemikiran

Hippies sebenarnya tak lebih dari kaum perlawanan anak muda dengan jalan perdamaian. Hippies sangat anti dengan kekerasan dan selalu mengkampanyekan perdamaian. Mereka biasanya hidup kontemplatif, vegetarian dan juga hidup eco-friendly.

HIPSTER

Sejarah

Jika dilirik dari kamus Merriam Webster, Hipster diartikan sebagai orang yang menyukai atau tertarik pada hal-hal baru yang tidak biasa. Para Hipster menyebutnya anti-mainstream. Pada era 1940-an, istilah Hipster digunakan untuk menggambarkan penggemar jazz yang tertarik pada mode, orang-orang yang gemar bergaul dan bersikap santai.

Berbeda dengan Hippies, Hipster lebih dinamis dalam berevolusi. Penulis Matt Granfield menjelaskan definisi Hipster dalam buku HipsterMattic. Menurut Matt, Hipster pada tahun 2010-an, adalah mereka yang menggunakan sepeda fixed gear, gemar merajut dan menjadi vegan.

Penampilan

Soal penampilan para Hipster tak punya acuan baku untuk bergaya, namun biasanya mereka mudah terciri. Gaya mereka didasari dari penampilan dan gaya hidup nyentrik serta unik. Biasanya seorang Hispster akan diikuti dengan pribadi yang asyik. Orang-orang dengan tipe ini selalu memakai barang-barang yang anti-mainstream.

Jika lagu-lagu pop tenar sedang ramai didengarkan, Hipster akan lebih memilih lagu-lagu indie dengan lirik yang lebih bermutu. Hipster akan tetap tampil dengan gaya rambut messy bun-nya. Sebagian Hipster pun kini banyak yang tampil dengan kumis dan jenggot yang dibentuk sedemikian rupa yang tentunya unik.

Pemikiran

Hipster selalu berada di depan untuk urusan musik, mode, seni, pemikiran kritis, imajinasi dan kreativitas. Hipster juga merupakan orang  yang memiliki pikiran terbuka untuk ide-ide yang berbeda. Para Hipster pun senang menambah pengetahuan di hal yang tak populis dan minor.

Mereka pun biasanya punya buku bacaan yang berbeda dari anak muda umumnya, misalnya saja kalau di Indonesia itu buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Sedangkan dari luar negeri ada Edgar Allan Poe dan J.D Sallinger.

Ya, begitulah kurang lebih perbedaan antara Hippies dan Hipster. Meskipun sekarang keduanya sedang menjadi tren, namun sayang hanya sebatas komoditas fashion dan lifestyle. Untuk urusan pemikiran dan lainnya hampir sedikit yang memahaminya dan mengikutinya. Lalu kalian yang meniru mereka apakah hanya sebatas ingin terlihat keren?