Setelah menunaikan puasa satu bulan lamanya kita kembali dipertemukan dengan hari yang fitri. Hari yang dinanti-nanti oleh semua umat muslim. Tapi apakah Idul Fitri hanya menjadi perayaan semata? Atau kita hanya terbawa euforianya saja?

Menjadikan Idul Fitri sebagai momen berharga untuk berkaca diri sangatlah penting. Meski dipertemukan setahun sekali, Idul Fitri selalu membawa berkahnya sendiri. Buat sobat lanang yang masih berjuang di perantauan, atau kesepian di kos-an karena masih berstatus mahasiswa, atau kalian yang masih mencari pendamping di hari raya pasti merasakan betul bagaimana sisi lain dari Idul Fitri.

Tak hanya menjadi sebuah perayaan, Idul Fitri memang seharusnya bisa kita jadikan acuan untuk memotivasi diri. Saat lebaran tiba, usaha kita menuju kesuksesan akan diuji ketika banyak saudara dan kerabat yang datang dengan penampilan mewah dan membawa cerita bahagia. Jangan sampai nyali kalian ciut karena ini. Jadikanlah ini sebagai motivasi agar bisa lebih kuat lagi dalam meraih kesuksesan.  Simpan semua cerita sedih dan jalan berliku-mu sob, ceritakan semua saat sukses di tangan kalian.

Kesuksesan memang aneh, tak ada rumusnya dan tak ada standarnya. Barrack Obama dilantik menjadi presiden saat berumur 47 tahun, tapi Donald Trump baru menjadi presiden di usia 71 tahun. Tiap orang punya jalannya sendiri untuk sukses. Jika teman-teman kita telah memiliki banyak hal di usia muda, namun kita sendiri masih berjuang untuk diwisuda, janganlah sedih. Tetap fokus pada apa yang sedang kita ingin selesaikan.

Hidup bukanlah seperti cerpen yang bisa kita buat sempurna dengan mudah lewat cerita. Selalu ada plus-minus yang menempel pada diri kita. Seringkali galau datang kepada kita yang merasa cukup mapan untuk menghidupi keluarga, namun nyatanya belum ada pendamping di samping kita. Tak hanya berhenti sampai disitu, pertanyaan keluarga soal jodoh saat lebaran tiba memanglah mengganggu. Mereka mungkin tak akan mengerti bagaimana sulitnya mencari pasangan untuk seumur hidup sekali.

 

Lalu apakah kita akan berhenti sampai disitu, atau justru menghindari semua itu? Jangan jadikan semua masalah itu sebagai hambatan. Bukankah hari raya dirayakan untuk memantapkan pribadi kita yang semakin menua? Waktu memang akan menambah usia kita, tapi pengalaman kita yang menentukannya. Selamat Hari Raya sobat lanang, jangan lupa bahagia.