Terselip di antara bangunan dengan baliho yang menyakiti mata, mungil dan sederhana. Begitulah kondisi Kedia Kopi TUKU yang menjadi tempat ngopi favorit warga Cipete dan sekitarnya.

Usai libur panjang lebaran kemarin, tim Lanang Indonesia menyatroni kedai kopi ini untuk mengusir rasa bosan di hari pertama kerja. Kedai kopi yang berada di Cipete, Jakarta Selatan ini selalu siap menyajikan kopi bagi setiap pengunjung yang datang.

tuku2

Segarnya iced cappuccina Kopi TUKU | Andika Aditia

Belakangan kedai kopi TUKU semakin ramai setelah Presiden Joko Widodo bersama keluarga mengunjunginya untuk menikmati kopi saat libur lebaran kemarin. Sedikit catatan jika cara Jokowi ini sangat perlu diapresiasi, karena secara otomatis akan mampu mengangkat eksistensi bisnis para generasi Y yang sedang semangat-semangatnya.

Jangan berharap bisa membawa teman untuk reuni di sini, karena luasnya pun tak lebih besar dari ruang tamu rumah. Tapi keramahan para barista dan pegawai kedai akan membuat kita rela antre untuk menyeruput kopinya.

Meskipun mungil kedai kopi TUKU sendiri menyediakan kopi seduh, bubuk kopi, biji kopi bahkan beberapa peralatan untuk membuat kopi secara manual. Untuk kopi seduhnya sendiri terbagi dari dua macam, yakni Kopi Tetangga dan Kopi Premium.

tuku3

Ramainya pengunjung yang antre untuk membeli Kopi TUKU | Rendi Widodo

Kopi Tetangga berisi kopi hitam, kopi susu dan es kopi.   Sedangkan Kopi Premium berisi espresso, cappuccino, latte dan cold brew. Untuk soal harga jangan takut kantong kempes. Harga yang dibanderol pada Kopi Tetangga ada di kisaran Rp 20 ribu. Untuk Kopi Premium dibanderol dikisaran Rp 30 ribu.

Nama TUKU pada kedai ini merupakan nama yang diambil dari bahasa Jawa yang artinya “Beli”. Tujuan awal TUKU ialah hadir di tengah masyarakat dengan fokus kepada aneka minuman kopi serta biji atau bubuk kopi eceran.

tuku4

Suasana Kopi TUKU dari luar yang ramai oleh pengunjung | Andika Aditia

Biji kopi yang dihadirkan oleh TUKU merupakan hasil dari paguyuban petani lokal Aceh, Garut, Bali, Flores dan Toraja. Tim Lanang Indonesia sendiri menyicipi es kopi hitam dan iced cappuccino. Saat pertama kali kami seruput, tak perlu lidah yang sophisticated untuk merasakannya. Hal itu karena rasa yang dimiliki Kedai Kopi TUKU sangatlah familiar dan bisa dinikmati siapa saja, baik penikmat kopi atau hanya untuk pengisi rasa di lidah saja.

Penasaran? Langsung saja datang ke lokasi bro. Kedai Kopi TUKU juga menyediakan kemasan untuk dibawa pulang atau take away. Selamat mencoba!