Sukses

Pilih Dunia Kerja Kreatif atau Profesional?

Sejak dulu lapangan pekerjaan sudah didominasi oleh lingkungan formal dan profesional, tapi sekarang semua sudah berubah bro! Ada lingkungan kerja baru yang banyak diberi nama dunia kreatif.

Pekerja kreatif sebenarnya sudah eksis sejak dulu juga, namun pada waktu itu masih sebatas hanya pekerja film, seni dan musik. Tapi karena perkembangan digital yang luar biasa di dunia, maka hari ini kalian pasti menjadi akrab dengan jenis perusahaan startup.

Para startup ini cenderung menjadikan perusahaan besar semacam Google dan Yahoo! sebagai role model mereka. Jadi hari ini kita bisa menemukan banyak pekerja yang ke kantor hanya memakai kaos, celana pendek atau sneakers. Lalu seperti apa sih kurang lebihnya dua lingkungan ini? Berikut komparasinya bro!

Lingkungan

Jelas lingkungan kreatif menang telak di aspek ini bro. Perusahaan kreatif akan membuat lingkungan kerja se-fun mungkin karena pekerjaan mereka mengharuskan kelahiran ide-ide baru dan inovasi. Di dalam lingkungan kantor bersekat yang kaku jelas kita tak banyak bisa dapat inspirasi.

Kreatif: 1

Profesional: 0

lingkungan-kerja

Outfit

Lagi dan lagi para pekerja kreatif diuntungkan dengan kebebasan berekspresi. Pekerja kreatif bisa berpakaian jauuuuuh lebih santai daripada mereka yang kerja di kantor formal. Tapi bukan berarti kalian bisa asal-asalan juga, beberapa perusahaan kreatif akan memberikan SOP tertentu tentang pakaian santai. Yang penting bersih dan kalian tetap terlihat keren. Very big no untuk sendal jepit ya bro!

Kreatif: 2

Profesional: 0

 celana-pendek

Gaji

Untuk soal gaji sepertinya dua lingkungan ini masih memiliki standar sesuai skill dan pengalaman. Walaupun cenderung lebih besar daripada perusahaan profesional, tapi di lingkungan kreatif porsi pekerjaan juga lebih besar. Jadi tidak ada yang menang di aspek ini bro.

Kreatif: 2

Profesional: 0

 gaji

Work Load

Nah, kali ini para pekerja kantoran berdasilah yang meraup poin. Beban kerja di lingkungan profesional cenderung terukur dengan penjadwalan yang merata. Sedangkan di lingkungan kreatif para pekerja dilatih untuk bekerja secara tim di mana jika ada tender serius ya semua pasti kecipratan beban. Selain itu pekerja kreatif juga dituntut untuk multitalent, atau bahasa santainya Palu Gada (apa lu mau gue ada).

Kreatif: 2

Profesional: 1

 deadline

Jam Kerja

Merasa santai datang lebih siang daripada para pekerja kantoran? Bukan hal keren kok, karena pekerja kreatif bisa saja pulang lebih malam. Basis kerja pekerja kreatif yang berdasarkan deadline membuat iri di saat sepi tender membuat kasihan saat banyak deadline. Weekend tidak selalu berkaitan dengan libur bagi dunia kreatif. Profesional menang!

Kreatif: 2

Profesional: 2

 jam-kerja

Jenjang Karier

Di dunia kreatif yang fleksibel membuat jenjang karier kalian pun tidak harus fokus pada satu jenis hard skill. Ketika keluar dari sebuah perusahaan startup biasanya pekerjanya akan mendapatkan tambahan beberapa ilmu. Inilah yang menjadi nilai lebih bekerja di lingkungan kreatif. Kita tidak hanya sebagai pekerja, tapi juga individu yang dihargai untuk terus maju.

Kreatif: 3

Profesional: 2

 karier

Itulah beberapa aspek yang bisa ditandingkan antara dunia kerja kreatif dan profesional. Pilihan tetap ada pada kalian bro. Tidak semua orang suka ke kantor dengan sneakers, dan tidak semua orang juga suka dasi. Pilih yang sesuai karakter kalian. Yang jelas perkembangan dunia digital belum akan berhenti untuk setidaknya 100 tahun ke depan.

Paling penting adalah bagaimana caranya kita melihat dunia kerja ini sebagai dunia sekolah, bedanya kali ini kita dibayar. Selamat bekerja!