News

21 Februari, Hari Bahasa Ibu Internasional yang Ternyata Penting!

Tepat hari ini, Rabu, 21 Februari 2018, dirayakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO pada 17 November 1999. Hari Bahasa Ibu Internasional sendiri berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Lalu seberapa besar pentingnya?

Hari Bahasa Ibu Internasional sendiri adalah peringatan tahunan yang diselenggarakan di seluruh dunia pada 21 Februari sejak tahun 2000 untuk mempromosikan perdamaian, kesadaran linguistik, keanekaragaman budaya dan multibahasa. Hari Bahasa Ibu Internasional secara resmi diakui dalam Sidang Umum PBB dan dimuat dalam resolusi pada tahun 2008.

Sekilas cerita, pada 21 Februari 1952, mahasiswa dan masyarakat di Bengali Timur (sekarang Bangladesh) turun ke jalan untuk memprotes peminggiran bahasa Bengali oleh pemerintah pusat Pakistan yang hanya mengakui bahasa Urdu. Sejumlah mahasiswa tewas menjadi korban kekerasan aparat dalam gerakan bahasa tersebut. Karena itulah, UNESCO memilih tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Lewat peringatan tersebut, UNESCO tahun ini mengulangi kembali komitmennya terhadap keragaman bahasa dan mengundang negara-negara anggotanya untuk merayakannya sebanyak mungkin. Hal tersebut juga sebagai pengingat bahwa keragaman bahasa dan multilingualisme sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan.

Bahasa Ibu bukan hanya sekedar bahasa yang diucapkan oleh seorang ibu, melainkan sebagai bahasa leluhur yang ada di semua sudut di bumi. Penguasaan bahasa seorang anak akan dimulai dengan perolehan bahasa pertama yang disebut bahasa ibu. Beberapa Negara punya istilah tersendiri untuk bahasa ibu; lengua maternal (Spanyol), lingua madre (Italia), langue maternelle (Perancis), serta matribhasha dan tamil ‘thaimozhi’ (Sansekerta).

Bahasa adalah alat terkuat dalam memajukan zaman dan membangun peradaban, bahasa adalah alat terkuat untuk melestarikan warisan tangible (budaya benda) dan intangible (budaya tak benda). Tanpa bahasa, keilmuan dan teknologi tak akan berkembang seperti sekarang, karena dari bahasa lah semua proses identifikasi dimulai. Seperti yang pernah diangkat oleh Lanang Indonesia dalam artikel berjudul Bahasa Ibu Lo, Cara Berpikir Lo, dijelaskan bahwa, Kepandaian dalam bahasa pertama yang dipelajari seseorang sangat penting untuk proses belajar berikutnya, karena bahasa ibu dianggap sebagai dasar cara berpikir. Kepandaian yang kurang dari bahasa pertama sering membuat proses belajar bahasa lain menjadi sulit. Oleh karena itu, bahasa ibu dianggap penting dalam perkembangan kepandaian seseorang.

Pengenalan Informasi dalam bahasa ibu berpengaruh terhadap tingkat emosional yang dapat menentukan bagaimana cara melihat dan menyelesaikan suatu hal dan jadi pembentuk awal pola berpikir. “Bahasa ibu mengenalkan anak kepada lingkungan dan budaya, jadi tempat anak menyerap esensi budaya sekitar, tidak ada bahasa yang primitif, bahasa dibangun dari kebiasaan dan tradisi begitu juga bahasa ibu,” ucap Prima Yulia Nugraha, Ahli Bahasa Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Dalam hal ini, kita harus berbangga karena Indonesia memiliki jumlah bahasa terbesar kedua di dunia dengan jumlah 733 bahasa yang terdeteksi. Namun sayang, bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional kita malah kehilangan tujuh bahasa daerah yang punah di kepulauan Maluku. Tujuh bahasa itu adalah bahasa Kayeli, Palumata, Moksela, Hukumina dari Kabupaten Buru, bahasa Piru dari Seram Bagian Barat, bahasa Loun dari Seram Utara, serta bahasa di Kabupaten Maluku Tengah, dan Pulau Ambon. Kantor Bahasa Provinsi Maluku Bahasa mengungkapkan jika semua bahasa di Kabupaten Maluku Tengah semua berstatus terancam punah, tidak ada satu pun bahasa yang berstatus aman karena pengaruh Melayu Ambon ataupun bahasa Indonesia yang kuat.

 

Biar bagaimanapun bahasa lokal harus dilindungi, karena itu adalah hasil dari interaksi budaya kita dan merupakan kekayaan yang tak ternilai. Komponen pelajaran Mulok atau muatan lokal harus kembali dikuatkan dengan metodologi pengajaran yang menarik. Selamat Hari Bahasa Ibu Internasional sobat lanang.