Film

4 Film Pendek yang Harumkan Nama Indonesia

Kualitas film Indonesia saat ini sudah sangat berkembang dan tak boleh lagi dipandang sebelah mata. Baru-baru ini saja film Wiro Sableng besutan Angga Dwimas Sasongko mendapat perhatian khusus dengan menggandeng 20th Century Fox dalam proses penggarapannya.

Tak hanya film berdurasi panjang, film-film pendek karya sineas Indonesia pun seringkali meramaikan ajang festival perfilman internasional beberapa tahun terakhir. Bahkan ada yang sampai mendapatkan gelar terbaik di salah satu ajang film terbesar dunia.

Memang film-film pendek ini tak ditayangkan di gedung bioskop umum. Namun film pendek ini sangat layak untuk mendapat apresiasi lebih dari penikmat film di tanah air. Film apa saja sih yang sempat harumkan Indonesia di kancah dunia? Simak ulasan berikut ya.

1. On The Origin Of Fear

On the Origin of Fear  ini punya cerita rumit yang berkisah tentang masa orde baru. Film ini punya pesan tersirat bahwa kekerasan jadi salah satu cara untuk bisa melanggengkan kekuasaan sebuah pemerintahan.

film-1

On the Origin of Fear karya Bayu Prihantoro | Istimewa

Sang sutradara, Bayu Prihantoro, bahkan tak menyangka bahwa film debutnya ini mampu melangkah jauh di luar dugaan. Film ini ditayangkan di Venice International Film Festival 2016 dan merupakan salah satu dari sedikit film Asia yang mampu tembus ke ajang tersebut.

2. Ballad of Blood and Two White Buckets

film-2

FIlm Anggi Noen yang kembali berlaga di ajang internasional | Istimewa

Film ini mengisahkan tentang pasangan penjual Saren, bahan makanan khas Indonesia yang berasal dari darah binatang yang telah disembelih. Film yang disutradarai oleh Anggi Noen ini menjadi salah satu nominasi untuk kategori Short Film di ajang Toronto International Film Festival 2018. Sangat membanggakan!

3. The Fox Exploits The Tiger’s Might

Seks adalah salah satu perangkat kuasa, siapa yang memegang kontrol atasnya, ialah yang berkuasa. Premis ini yang mendasari  The Fox Exploits the Tiger’s Might , film pendek karya Lucky Kuswandi yang berlatar di Indonesia pada era Orde Baru .

Sponsored Links

film-3

Perbedaan etnis juga menjadi latar belakang konflik dari film ini | Istimewa

Film yang diperankan oleh Atreyu Moniaga, Kemas Fauzan, Christine Harsojo, serta Surya Saputra ini masuk ke dalam kategori Critic’s Week di ajang Cannes Film Festival 2015. Bahkan film ini harus bersaing dengan 1.750 film pendek lain dari berbagai negara untuk mewakili Indonesia di ajang tersebut.

Dan masih di tahun 2015, film ini meraih penghargaan film pendek terbaik di ajang Singapore International Film Festival serta film pendek terbaik di Festival Film Indonesia.

4. Prenjak

Film ini berkisah tentang perempuan bernama Diah (Rosa Winenggar) yang sangat membutuhkan uang hingga harus menawarkan korek api kepada rekan kerjanya, Jarwo (Yohanes Budyambara). Korek api seharga Rp10 ribu per batang itu bisa dipergunakan Jarwo sebagai alat penerang untuk melihat vagina Diah dari bawah meja yang ditutupi kain taplak .

Di luar dugaan, film garapan sutradara muda bernama Wregas Bhanuteja ini bahkan meraih penghargaan film pendek terbaik untuk kategori Critic’s Week di ajang Cannes Film Festival 2016, setahun setelah film pendek karya Lucky Kuswandi berlaga di ajang tersebut. Keberanian Wregas untuk menggarap tema cerita tersebut lah yang menjadi kesuksesan Prenjak mendulang prestasi di kancah internasional.

film-4

Diah dan Jarwo yang sedang bertransaksi korek api | Istimewa

Bagi Wregas, kemenangan ini merupakan bukti bahwa kekuatan cerita lebih penting dari kualitas gambar. Yang pasti, sang sutradara menganggap kemenangannya menjadi ukuran bahwa film Indonesia patut diperhitungkan oleh komunitas film internasional.

Nah itulah beberapa film pendek karya asli sineas Indonesia yang mengharumkan industri perfilman tanah air di kancah dunia. Semoga Indonesia bisa terus melahirkan film-film baru yang mampu bersaing dengan industri film global.

Ada yang sudah nonton film-film d atas? Kalau belum, film-film tersebut bisa kalian saksikan di pemutaran khusus di bioskop-bioskop alternatif di Indonesia. Kalian bisa cek jadwal penayangannya di media sosial ya, bro.