Gaya Hidup

4 Hal Sepele yang Melanggar Hak Cipta

Menciptakan suatu karya yang murni terinspirasi dari isi kepala sendiri bukanlah hal mudah. Proses membuat suatu karya bukan hanya soal gagasan, namun juga ada proses eksekusi yang harus dijalani.

Melihat fenomena kemajuan teknologi saat ini membuat kita dengan mudah mengabadikan atau menyalin suatu file entah itu milik sendiri atau orang lain. Namun di satu sisi ternyata menyalin dan menyiarkan suatu karya tidaklah semudah itu, ada aturan main yang harus kita tahu sebelumnya.

Menurut Kabag Program & Pelaporan Dirjen Kekayaan Intelektual, Agung Damarsasongko, ada beberapa hal-hal sepele yang telah menjadi kebiasaan namun sebenarnya melanggar ketentuan atas hak cipta itu sendiri.

Merekam

Mengabadikan suatu momen atau peristiwa dari gadget yang kita miliki mungkin sah-sah saja, namun hal itu akan jadi berbeda urusannya jika yang kita abadikan adalah hal yang bersifat karya, semisal konser sebuah band, pameran karya seorang seniman.

“Boleh saja merekam suatu gambar atau yang lainnya, tapi jika itu bersifat karya bisa menjadi suatu pelanggaran, semisal grup band yang sedang konser dengan lagunya lalu kita rekam, sang artis berhak untuk menyetop kita saat merekam,” ucap Agung Damarsasongko.

Memutilasi film

Mungkin bagi sebagian orang menonton film adalah suatu kebutuhan. Karna hal itu pula tak sedikit yang memotong cuplikan adegan film lalu menyiarkan ke berbagai media sosial yang ada.

Tapi ternyata hal ini adalah suatu bentuk pelanggaran, meskipun bertujuan untuk memberikan informasi ataupun referensi film. Itulah sebabnya kenapa rumah produksi pasti menyiapkan trailer sebuah film.

“Dengan merekamnya saat diputar dan diposting secara bebas namun untuk keperluan pribadi, itu sudah menjadi salah satu bentuk pelanggaran,” tambah Agung Damarsasongko kepada Lanang Indonesia dalam sebuah diskusi di Kemang, Jakarta.

Streaming

Mengunggah video live streaming pribadi namun menyertakan konten-konten orang lain yang telah dilindungi oleh peraturan hak cipta, seperti film atau siaran yang lainnya di dalam video live streaming tersebut.

Foto

Suatu karya foto kini tak hanya bisa diciptakan dengan kamera profesional tapi juga kamera ponsel, itu lantaran teknologi kamera ponsel yang semakin baik. Meski secara umum hak cipta suatu foto melekat pada seorang fotografer namun tak semua hal itu berlaku secara penuh.

Khusus untuk foto potret yang melibatkan orang lain di dalamnya tak bisa begitu saja disebarluaskan bila bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret tersebut.

Itulah beberapa hal yang sering dilakukan namun sebenarnya melanggar hak cipta seseorang atas karyanya. Secara umum undang-undang tentang hak cipta yang berlaku saat ini ialah Undang-undang nomor 28 Tahun 2014. So, be smart bro.