Relationship

5 Perasaan Saat Ditinggal Nikah Teman

Memasuki usia kepala dua memang bukan lagi dibilang remaja, pada usia ini kita pasti telah mengatur siasat hidup serapi mungkin, salah satunya rencana menikah. Terbayangkah oleh kalian saat memasuki usia ini satu-persatu teman melepas masa lajangnya.

Tentu sedikit banyaknya kebahagian teman yang telah menikah juga menginspirasi kita untuk segera menyusul atau setidaknya memikirkan rencananya. Seperti kata bijak kuno “Kita bisa berencana tuhan yang menentukan”, hal itu mungkin juga menimpa kita terlebih soal jodoh.

Buat sobat lanang yang ditinggal teman menikah satu-persatu, pastinya akan merasakan 5 hal ini. Semoga sebelum merasakannya kalian sudah menikah.

Mendadak Sepi

Dulu selalu ada teman-teman yang setia menemani disaat susah atau senang. Namun hal itu akan hilang seiring teman yang pergi ke pelaminan bersama pasangannya masing-masing. Dulu jomblo bukanlah momok yang menakutkan, tapi ketika sudah memasuki fase ini jomblo adalah persoalan besar yang harus segera dituntaskan.

Formasi Hangout Kurang Pas

Sebelumnya hangout bisa ramai-ramai dan selalu full team. Tapi saat satu atau dua teman sudah fokus dengan rumah tangga formasi saat ngongkrong-pun berubah. Mungkin kita bisa mengganti posisi yang kosong tersebut, tapi untuk mendapatkan chemistry yang pas dengan teman baru tidaklah cepat.

Jadi yang pasti akan banyak perubahan saat formasi tongkrongan berubah. Entah makin seru atau makin cupu semua tergantung kita.

Galau

Semua teman pasti antusias untuk hadir ke acara pernikahan sahabatnya. Tapi percaya atau tidak, rasa antusias ini tak akan bertahan lama cukup sesaat setelah kita pulang dari pesta pernikahannya maka galau pun akan menyapa.

Yang jadi masalah adalah jika ternyata kehidupan sosial kita tidak seru-seru amat. Dengan kehidupan sosial yang datar keadaan galau cenderung menjadi lebih berat untuk dijalani. Tak hanya karena ditinggal teman menikah, berbagai persoalan galau masa kini semacam menjadi jomblo, diselingkuhi atau gagal pdkt juga akan membuat kalian rentan.

Iri

Ponsel yang awalnya selalu sepi tiba-tiba dihubungi untuk reuni bersama tentu sangatlah mengasyikkan. Sobat lanang pasti merasa akan ada kehangatan lama yang kembali lagi, tapi ternyata semua dugaan itu diluar perkiraan ketika sampai di lokasi semua teman-teman datang dengan membawa buntut mereka.

Rasa kangen yang awalnya ingin dilampiaskan dengan bebas menjadi sedikit ada jarak karena canggung. Meskipun ramai, suasana akan tetap terasa sepi karena anda tak bersama siapa-siapa.

Kalah Bahagia

Selalu pamer kepada teman yang sudah menikah karena bisa melakukan banyak hal ternyata tak berarti apa-apa ketika kita melihat foto keluarga bahagia mereka. Kita yang awalnya selalu merasa beruntung mendapat banyak pengalaman baru menjadi sia-sia karena pada intinya kita sendirian.

Mungkin yang harus diingat ialah untuk tak berusaha menyeimbangkan hidup, tak hanya soal prestisius pribadi tapi juga soal pasangan sehidup-semati. Jangan sampai karena belum menikah lalu membuat hidup kita hilang arah. Take it easy bro, semua orang akan punya masa bahagia masing-masing, hanya soal waktu yang tak mungkin disamakan semuanya.