Karier

5 Tanda Kita Telah Dewasa Dalam Hidup

Pengalaman tanpa sadar telah mematangkan kita dalam bersikap untuk setiap persoalan. Usia mungkin jadi salah satu faktor kedewasaan, namun usia bukanlah penentu apakah kedewasaan kita sudah pada tempatnya.

Tak perlu menjadi tua untuk punya pemikiran bijak agar bisa mejalani hidup dengan baik. Hal terpenting ada pada pola pikir dan bagaimana cara menghadapi setiap masalah.

Panik

Terkadang masalah datang tanpa mengenal waktu dan menuntut untuk segera diselesaikan. Kebanyakan orang panik saat mengalami hal seperti ini. Tapi jika kamu telah dewasa maka kemahiran mengontrol emosi bisa menjadi indikatornya.

panik

Pria dewasa mampu fokus pada permasalahan. Dalam situasi seperti ini dilarang keras untuk memainkan drama atau menggalaukan diri, apalagi menceritakannya lewat status di sosial media. Perhatikan teman-teman kita di sosial media, mereka yang matang cenderung jarang melakukan update sekalipun mereka sedang bahagia.

Kritik

Kritik mungkin adalah hal yang tak menyenangkan yang akan dirasakan saat memasuki usia dewasa. Mulai dari pekerjaan dan bagaimana personal kita bisa saja menjadi bahan kritikan oleh orang lain, entah untuk membangun atau menjatuhkan.

kritik

Jangan pernah hilang kontrol apalagi keyakinan saat mengalami ini. Ini hanya soal sudut pandang kita terhadap kritik itu sendiri. Seseorang yang telah benar-benar dewasa justru akan menjadikan kritik sebagai sarana untuk membangun diri. Dan yang terpenting ialah, manusia dewasa akan tetap selalu mendengarkan saat dikritik demi memperbaiki diri.

Prinsip

Setelah melewati masa-masa lugu di sekolah dan memasuki dunia pekerjaan, kita seringkali dihadapkan oleh kenyataan yang bisa menggoncang sifat baik bahkan prinsip di dalam diri. Santai saja menghadapi hal ini, tak perlu berubah menjadi buruk atau ikut menyikut teman kantor hanya karena orang lain melakukan itu.

prinsip

Pribadi yang dewasa tak akan mau merubah kebaikan dan pendiriannya hanya karena hal yang bersifat sementara. Kita hanya perlu sadari jika setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan karena motif ekonomi, butuh penghasilan untuk menghidupi diri. Dari situ maka kita akan mengerti.

Keluarga

Berbeda saat masih remaja dimana kita selalu lebih senang menghabiskan waktu dengan teman-teman daripada keluarga. Saat dewasa kita akan diuji dengan kenyataan bahwa teman yang dulu selalu ada di setiap tawa dan duka telah menghilang satu-persatu. Mungkin rasanya sungguh tak mengenakkan, tapi percayalah semua orang akan mengalami ini karena setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.

family

Saat seperti inilah kita akan mengerti mengapa keluarga begitu berarti, jika teman-teman menghilang karena kesibukan namun keluarga tak akan pernah. Dalam situasi ini kita akan belajar mana yang harus benar-benar dijaga dan mana yang memang hanya akan numpang lewat.

Hubungan

Menjalani hubungan di usia yang matang bukanlah perkara mudah, pertanyaan-pertanyaan menjurus ke pernikahan selalu saja ada bahkan dari keluarga. Seringkali kita bimbang apakah memantapkan hati untuk menikah atau fokus pada apa yang kita ingin raih terlebih dahulu.

Semakin dewasa kita maka akan semakin paham hal ini dan mengerti kalau pernikahan bukan hanya soal mau atau tidak mau. Bagi sebagian orang yang takut untuk memulai kembali karena baru saja menjalani episode sakit hati, tak perlu risau karena waktu terus berputar layaknya roda, kita tak pernah tahu mana yang menjadi awal dan akhir.

hubungan

Satu hal yang harus kita tanam ialah, tiap orang punya waktunya masing-masing, jika Obama pensiun menjadi presiden di usia 55 tahun namun Donald Trump baru dilantik menjadi presiden di usia 70 tahun. Begitu pula dengan jodoh, jadi pada dasarnya tiap orang tak pernah sama dalam tiap prosesnya.

Proses menuju dewasa memang akan membawa kita untuk merasakan kegagalan namun bukan untuk merasakan kehilangan atau memulai lagi dari awal. Melainkan untuk lebih siap satu tahap untuk maju di langkah berikutnya. Biarkan yang telah terjadi teruslah berjalan dan berdoa agar segala sesuatunya akan berakhir dengan manis.