Sukses

5 Tipe Bos dan Cara Mengatasinya

Dalam dunia kerja ada banyak hal yang harus diperhatikan. Kerajinan tak melulu jadi acuan untuk dinilai bagus. Karakter atasan juga menentukan itu, tiap bos punya standarnya sendiri. Agar tak bingung, Lanang Indonesia merangkum 5 tipe bos dan cara atasinya.

Si Lepas Tangan

Bos seperti ini bisa dibilang malas menangani masalah seputar pekerjaan. Kapasitasnya cenderung digunakan untuk mengambil keputusan bukan menangani masalah pekerjaan.

Tipe ini sebetulnya baik, karena kita punya keleluasaan untuk berkreasi. Namun perlu diingat, jika terjadi kesalahan maka itu sepenuhnya tanggung jawab kita. Cara atasinya adalah dengan secara rutin mengajak dan memberi tahu seputar perkembangan target pekerjaan yang ada.

Si Tukang Atur

Koreksi, koreksi, dan koreksi. Itulah kriteria bos yang satu ini. Selalu menemukan cara untuk mengkritik pekerjaan anak buah dan mengubahnya di menit-menit terakhir. Menghadapi tipe ini sebenarnya Anda hanya perlu bijaksana. Terima koreksi darinya dan tanyakan standar kerja yang semestinya, dengan begitu dia tak akan bisa mengelak lagi atas apa yang Anda kerjakan.

Si Berisik

Entah bawaan lahir atau karena tekanan kerja membuat tipe bos ini selalu berbicara dengan suara keras. Suasana santai ataupun sibuk tetap saja ia berteriak. Yang bisa Anda lakukan adalah membiasakan diri dengan hal ini, suka atau tidak itulah kenyataannya. Jika sangat mengganggu, cara terakhir adalah meniru nada bicaranya saat berkomunikasi. Mungkin hal ini dapat membuatnya sadar.

Si Santai

Sering izin saat kerja, berpakaian santai ke kantor baginya bukan masalah. Aturan bukanlah prioritas untuk bos ini, melainkan hasil. Baginya produktivitas karyawan lebih penting daripada konflik karena menegakkan aturan. Inisiatif adalah jawaban untuk bekerja sama dengan bos ini. Bagi banyak orang tipe ini menyenangkan namun perlu diketahui ia jarang memotivasi, sehingga karier mungkin akan jadi statis.

Si Janji Palsu

Tipe ini biasanya paling dihindari dan dibenci. Mengiming-imingi karyawan dengan janji palsu adalah hal yang sering dilakukannya. Ia rela berbohong untuk menaikkan gaji agar Anda tak keluar dari perusahaan. Tipe ini mengajarkan kita pentingnya moralitas dan kebijaksanaan saat bekerja. Memastikan tiap alur pembicaraan dan mencatat janjinya adalah salah satu cara yang bisa dilakukan.

Setiap pekerjaan pasti ada suka dan dukanya. Bagaimana pun suasana kerja tetap harus dijalani dan anggaplah itu sebagai tantangan untuk meningkatkan kompetensi diri.