Karier

6 Poin yang Mematikan Usaha Startup (Bagian 2)

Melanjutkan artikel sebelumnya di 6 Poin yang Mematikan Usaha Startup (Bagian 1) dan juga sebagai bagian penutup tentang apa saja kendala yang bisa membuat sebuah startup gulung tikar. Berikut ini kelanjutannya bro.

 

Tidak Ingin Kotor

Ada dua tipe pekerja. Tipe bos dan tipe pemimpin. Seseorang dengan tipe bos hanya mampu bekerja di tingkatan penyampaian ide dan memerintah, sedangkan orang dengan tipe pemimpin adalah seseorang yang tahu apa idenya dan bersama-sama dengan tim mengeksekusinya. Terlihat jelas bukan siapa yang lebih dibutuhkan?

 

Mengorbankan User demi Profit

Kalau sudah di sini kita akan membahas idealisme. Sering kali ada stratup yang masih belum memiliki user setia tapi sudah berani mengorbankan kenyamanan mereka dengan pemasangan iklan yang masif di dalam situs web. Satu hingga dua tahun pertama adalah langkah sebuah startup untuk membangun awareness dan kepercayaan user.

 

Usaha Setengah Hati

Banyak karyawan yang bekerja pada perusahaan tapi tidak mengetahui sampai mana progres perkembangan perusahaan, dan inilah yang membuat mereka seakan-akan bekerja hanya untuk gaji. Lain cerita jika mereka bisa tahu fungsi dan pencapaian yang sudah diraih perusahaan. Kuncinya adalah rasa memiliki perusahaan.

 

Cekcok antar Founder

Gesekan antara para founder bisa menjadi awal keruntuhan sebuah startup. Maka akan lebih baik jika di awal mula pendirian masing-masing founder sudah memiliki spesialisasi yang tak bisa saling ganggu. Sekalipun ada perkembangan untuk inovasi, peningkatan spesialisasi tetap di jalurnya.

 

SDM Tidak Pas

Terlalu banyak jumlah karyawan akan menjadi pemborosan budget, terlalu sedikit jumlah karyawan akan membuat progres lambat. Idealnya adalah pas dan semua lini terisi oleh para spesialisnya.

 

Salah Platform

Dari awal kita sudah harus mengetahui platform apa yang akan kita gunakan. Pelajari pasar, kenali tren lalu dapatkan SDM yang sesuai. Konsentrasi pada satu platform dan kuasai, baru berkembang ke platform lainnya. Bayi tidak bisa belajar merangkak, berjalan dan berlari dalam satu waktu.