News

Akhir Pelarian Bos Yakuza Di Negeri Gajah Putih

Siapa yang tak tahu Yakuza, kelompok mafia terbesar di Jepang ini telah ada sejak abad ke 17, era kekaisaran Edo. Salah satu kelompok mafia besar di dunia ini memiliki banyak jaringan dan terselubung. Yakuza merupakan sindikat terorganisir di Jepang.

Sebagai kelompok kejahatan yang terorganisir dengan baik, Yakuza menerapkan peraturan yang sangat ketat. Salah satunya adalah memotong jari kelingkin atau puting bagi anggota wanita jika melakukan kesalahan. Para anggota Yakuza pun akan menghiasi tubuhnya dengan tato sebagai tanda keanggotaan juga jabatan di organisasi.

Baru-baru ini dunia disibukkan dengan penangkapan salah satu bos Yakuza yang telah buron selama 15 tahun. Shigeharu Shirai, pria berusia 72 tahun, selama belasan tahun tinggal di sebuah kota kecil yang tenang, Lopburi, di sebelah utara ibu kota Bangkok. Shigeharu Shirai yang merupakan salah satu petinggi Yakuza, buron pada 2003 setelah diduga membunuh rival dari anggota gangster lainnya di Jepang.

Seperti dikutip dari BBC, 12/1/18, Shigeharu tak pernah diproses secara hokum karena melarikan diri ke Thailand, dan kemudian hilang dari radar polisi Jepang selama bertahun-tahun. Selama masa pelarian di Lopburi, Thailand, Shigeharu menjalani kehidupannya seperti warga biasa. Ia berbaur seperti yang lainnya dengan pergi ke pasar, bermain catur dan sesekali menunjukkan tatonya kepada tetangga. Bahkan Shigeharu juga menikah dengan wanita Thailand untuk mendapinginya.

Seperti kata pepatah “sepintar-pintarnya tupai melompat, pasti jatuh juga” Shigeharu pun mengalami hal yang sama. Ia tertangkap karena hal sepele, tato ditubuhnya difoto oleh seorang warga setempat dan mengunggahnya ke media sosial Facebook.

Tatonya dengan bentuk yang khas membuat foto tersebut viral di media sosial. Foto-foto tato ditubuhnya bahkan disebar mencapai 10.000 kali oleh netizen. Viralnya foto ini pun tercium oleh polisi Jepang yang dengan segera melakukan pemeriksaan. Setelah melakukan identifikasi identitas Shigeharu terbongkar, terlebih setelah jaring kelingking di tangannya yang hilang juga terlihat.

Setelah berhasil ditangkap oleh kepolisian Thailand yang bekerjasama dengan kepolisian Jepang, Shigeharu mengakui sebagai pemimpin salah satu cabang yakuza, Kodokai. Kelompok Kodokai sendiri berkaitan dengan salah satu kelompok Yakuza terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi.

 

Meskipun begitu Shigeharu tak mengakui jika ia yang telah membunuh bos dari kelompok saingannya. Tapi ia mengatakan jika korban adalah orang yang suka mem-bully-nya. Akibat peristiwa ini kepolisian Thailand akan mencoba menyelidiki kemungkinan anggota Yakuza lainnya yang melarikan diri ke Thailand. Bagaimana kalau menurut lo bro?