Terkini

Ali yang akhirnya pergi

Dunia internasional kembali berduka setelah meninggalnya petinju legendaris Muhammad Ali di Rumah Sakit Phoenix-Area, Arizona, Amerika Serikat pada Jumat waktu setempat. Ali meninggal setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut karena komplikasi pernapasan yang dideritanya.

Meninggal pada usia 74 tahun Ali telah bertarung melawan penyakit parkinson yang dideritanya selama 32 tahun. Parkinson sendiri adalah penyakit syaraf yang mengganggu kemampuan berbicara dan gerakan fisik.

Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay pada 17 Januari 1942 di Kentucky. Ali yang berusia 12 tahun sudah mulai bertinju dan memenangkan gelar Golden Gloves sebelum berlaga di Olimpiade Roma pada tahun 1960 dan mendapatkan medali emas untuk kelas light heavyweight.

Sponsored Links

Setelah semakin dikenal, Ali mulai berjuang menghadapi rasisme terhadap kaum kulit hitam di Amerika Serikat yang pada kala itu menjadi isu yang sangat sensitif. Dalam perjuangannya ini juga dia memilih untuk berpindah kepercayaan kepada Islam di tahun 1963 dan berganti nama.

Dikenal sebagai sosok yang kontroversial, Ali selalu bertinju dengan gayanya yang khas. Gaya bertinjunya sangat mencerminkan kutipannya yang sangat terkenal “Floating like a butterfly, sting like a bee” Ali selalu bergerak cepat dengan tariannya dan memukul tak terduga.

Sejak meninggalkan ring dan menderita parkinson, Ali mulai lebih serius di dunia kemanusiaan. Pada tahun 1985 Ali terbang ke Libanon untuk meminta pembebasan terhadap tawanan Amerika di sana dan melakukan hal yang sama pada tahun 1990 di Irak.

Dirinya mengaku tidak pernah menyesal bertinju, yang diyakini merupakan penyebab parkinson, karena satu-satunya penyesalan terbesarnya adalah tidak banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya ketika mereka tumbuh.

Begitulah Ali, pria yang merupakan salah satu pria paling dikenal dunia ini akhirnya pergi. Selamat jalan Ali.