Sosok

Alston Stephanus, Mengenalkan Indonesia Lewat Cosplay

Mungkin ia tak sepopuler Daniel Sahuleka atau Joey Alexander yang mengharumkan nama Indonesia di luar negeri. Tapi prestasi dan usahanya tak kalah dari mereka berdua, ia adalah Alston Stephanus yang mengenalkan Indonesia lewat cosplay.

Pria kelahiran Singapura, 10 Februari 1987 ini memulai debut cosplay sejak tahun 2014, dengan mengikuti acara International Comic Con, di San Diego Convention Center, Amerika Serikat, pada tahun 2014. Setahun setelah itu kostum cosplay rancangannya terpilih menjadi finalis dalam International D23 Expo 2015 di Anaheim, California, AS, pada 2015.   Kostum tersebut diberi nama Mega-R2 yang merupakan gabungan dari Megaman dan robot R2D2. Kreasi kostum itu sendiri ia buat di rumah aksesori pribadi miliknya.

Alston yang sebelumnya memang sudah dikenal di dunia fashion aksesori ini pun berbagi sedikit cerita dan pandangannya kepada Lanang Indonesia.  Alston mengatakan jika Indonesia sangat memiliki potensi untuk menjadi trendsetter dalam urusan tokoh-tokoh komik.

“Banyak, kita hanya harus tahu bagaimana caranya agar dilirik, bukan hanya buat-buat saja. Kalau seperti itu sama saja seperti buang garam ke laut,” ucap pria yang menyelesaikan pendidikan master keduanya di Molloy College, New York, AS.

Menurutnya, Indonesia banyak memiliki kemampuan namun sayang kebanyakan dari kita masih terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman. Sehingga hal itu menjadikan banyak orang takut untuk berbuat sesuatu yang lebih padahal sangat mungkin untuk meraih hal yang lebih baik.

Sponsored Links

Ketika ditanya rencana untuk mengkolaborasikan kebudayaan luar dengan tokoh-tokoh komik Indonesia atau bahkan wayang, Alston menjawabnya dengan penuh rasa menghargai.

”Mungkin ada, tapi kalau untuk wayang saya tak berani soalnya ada proses yang tak bisa dilanggar begitu saja. Saya harus menghargai proses wayang, nanti saya malah tidak sopan dengan wayang,” ucapnya dengan tegas.

Alston yang memang telah berkiprah selama 12 tahun sebagai desainer fashion aksesori ini menginginkan dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai tempat wisata. Melainkan sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya dan keseniannya yang tinggi. 

Sebagai penutup obrolan, Alston menceritakan jika banyak dari karyanya terinspirasi dari alam. Baginya setiap sosok di alam ada cerita dan maknanya, dari situ ia belajar bagaimana menyelaraskan antara dunianya dengan apa yang didapat dari alam. 

Alston sendiri tak lupa untuk menyelipkan unsur-unsur tradisional dari Indonesia ke dalam karyanya. Salah satunya adalah saat karyanya digunakan oleh Nadine Chandrawinata dalam ajang Miss Universe 2006. Kala itu, Alston mengaku jika karyanya merupakan perpaduan antara glamornya era Victoria dengan kemegahan Keraton Jawa. 

Sekali lagi, kita belajar jika mengharumkan nama Indonesia bukan hanya dengan cara yang frontal. Tapi juga bisa dengan hal-hal kreatif yang mungkin tak banyak dipikirkan orang, karena Nasionalisme bukan hanya soal menaikkan bendera tapi juga bagaimana mengibarkannya.