Karier

Anak Muda Bertani? Kenapa Tidak!

Sebagai salah satu negara dengan tingkat agraria-nya yang tinggi menjadikan Indonesia memiliki banyak petani. Tapi tahukah sobat lanang jika sebentar lagi Indonesia akan mengalami krisis regenerasi petani, bagaimana bisa?

Menururt Data BPS Sensus Pertanian 2013, petani terbanyak di Indonesia ada di kelompok usia 45-54 tahun sebesar 7.325.544 orang. Anak muda Indonesia semakin banyak yang enggan menjadi petani, bahkan di kalangan mahasiswa lulusan fakultas pertanian itu sendiri. Perubahan gaya hidup modern, digantikan industrialisasi, sampai dianggap tak menjanjikan, menjadi alasan terbesar kenapa anak Muda Indonesia enggan menjadi petani.

Sponsored Links

Jika dihitung persentasenya, kalangan muda yang enggan menjadi petani membuat populasi petani itu sendiri menyusut hingga 5 juta orang dari tahun 2003-2013. Bisa dibayangkan sobat lanang, jika ini terus terjadi mungkin kita hanya akan menikmati pemandangan sawah tanpa pak tani, dan makan beras impor setiap hari.

Tapi keadaan yang ada di Indonesia tersebut  justru berbalik dengan apa yang ada di Amerika Serikat. Negara Adidaya yang sangat maju ini justru memiliki regenerasi petani muda yang sangat baik. Status negara modern justru tak membuat anak mudanya alergi dengan tanah dan lumpur.

Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat, Populasi petani yang berusia antara 25-34 tahun tumbuh sebesar 2,2 % antara tahun 2007-2012 di mana 69 persen di antaranya merupakan lulusan sarjana. Di beberapa negara bagian seperti California, Nebraska, dan Dakota Selatan jumlah petani berusia muda tumbuh sebesar 20 persen.

Dibalik fenomena mengejutkan tersebut ternyata ada alasan yang begitu mulia kenapa anak muda Amerika Serikat memilih bertani ketimbang berkarier dengan dasi. Para anak muda Amerika Serikat bertani karena bosan dengan kehidupan kota, ingin membuat perubahan kecil pada lingkungan sekitar, dan khawatir akan perubahan iklim yang semakin meresahkan.

Seharusnya kita bisa bercermin dari anak muda Amerika Serikat yang melihat petani bukanlah profesi murahan. Kendala biaya lahan dan alat pertanian yang mahal pun tak menyurutkan niat mereka, dan kita yang berkondisi sebaliknya harusnya bisa lebih baik.

Petani bukanlah profesi rendahan justru sebaliknya. Anak muda bertani? Kenapa tidak!