Gaya Hidup

Anomali dan Kontradiksi Jawa Di mata Hanafi

Rumah merupakan sebuah kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Dalam perkembangannya rumah telah menjadi biang dari segala dinamika manusia dan segala budayanya.

Hal itulah yang dilihat oleh Hanafi dalam pamerannya kali ini di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, 1-15 Maret 2016. Menurut Hanafi, pamerannya yang bertajuk “Pintu Belakang | Derau Jawa” merefleksikan bagaimana peran politik sederhana yang dikonsepkan dari pintu belakang oleh masyarakat Jawa.

Tak hanya itu, Hanafi, yang acapkali mengeksplorasi gagasan konseptualnya ke dalam berbagai media juga menampilkan banyak unsur kebudayaan masyarakat Jawa lainnya. Total sebanyak 26 karya baik dari lukisan, patung, dan instalasi dipamerkan oleh Hanafi.

Yang unik adalah saat pameran ini resmi dibuka. Hanafi mengajak pengunjung untuk masuk lewat pintu belakang gedung pameran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk buah pemikirannya dengan pola hidup masyarakat Jawa yang makin terkikis oleh budaya urban dan asing.

Mungkin kita memang harus melihat karya Hanafi yang menampilkan sejauh mana sikap orang Jawa yang mencoba bertahan di tanahnya sendiri. Anomali dan kontradiksi lakon budaya Jawa tersebut dikemas oleh Hanafi dalam belasan instalasi dan lukisan yang lekat dengan kenangan.