News

Apakah Itu Flash Sale?

Ramainya pelaku e-commerce membuat persaingan semakin ketat, setelah diskon dan promo biasa tak lagi ampuh menyedot konsumen. Kini pelaku e-commerce mengenalkan istilah baru dalam berbelanja murah yang disebut dengan Flash Sale. Lalu apakah flash sale itu?

 

Flash sale adalah strategi e-commerce untuk menjual barang secara eksklusif dengan harga yang terkadang tak wajar, dan tentunya dengan waktu yang sangat terbatas. Tujuan strategi ini dilakukan adalah untuk  meningkatkan transaksi suatu e-commerce, melonjaknya pengguna, merangsang penjualan produk. Lalu, strategi ini juga bisa meningkatkan brand awareness pada brand tertentu sehingga bisa laris di pasar.

Contohnya adalah flash sale yang digelar oleh Tokopedia beberapa waktu lalu, dengan menerapkan promo “semua barang satu harga” seharga Rp 25 ribu. Flash ini pun jelas membuat Tokopedia ramai dikunjungi, banyak yang merasakan manfaat promo tersebut meskipun tak sedikit yang gagal dalam melakukan transaksi saat flash sale berlangsung.

Selain Tokopedia ada juga Lazada yang sudah rutin menggelar flash sejak tahun lalu. Lazada Indonesia sendiri memulai flash sale pada awal September 2015 dengan membawa produk Xiaomi Redmi 1S. Melalui kampanye ini juga brand Xiaomi masuk secara resmi ke pasar Indonesia. Flash sale tersebut tidak berjalan mulus, situs Lazada Indonesia justru tumbang. Meskipun begitu, namun hasil akhir yang ingin dicapai berhasil diraih, produk terjual habis hanya dalam waktu di bawah satu jam.

Ternyata strategi flash sale ini juga dilakukan oleh e-commerce global seperti Amazon dan Flipkart. Joshi Sujata dalam paper berjudul “Impact of Flash Sales on Consumers &E-Commerce Industry in India” mengatakan jika flash sales sukses menciptakan keuntungan berlipat bagi para toko online, seperti Amazon India dan Flipkart. Teknik berjualan flash sales dilakukan di berbagai negara karena menguntungkan.

Deblina Sahavashishta, dalam paper berjudul “Gone In 60 Seconds-online Flash Sales: The Next Innovation In Indian E-commerce Or Just A Flash In A Pan?-a Critical And Empirical Analysis With Consumer Perspective” mengatakan jika biasanya barang-barang yang dijual dalam flash sale adalah barang-barang yang tak laku atau sisa. Namun, karena dijual dengan waktu terbatas, sehingga konsumen merasakan panik agar segera membeli.

Flash sale sendiri ternyata bukanlah barang baru dalam dunia perbelanjaan. Pada tahun 2001, Jacques Antoine Granjon pendiri situs belanja online Vente-Privee mempelopori lahirnya flash sale. Namun pada saat itu,  hanya pembeli yang diundang terlebih dahulu yang bisa mengikutinya.

Jika dilihat lebih jauh, ternyata program flash sale tetaplah lebih menguntungkan pelaku e-commerce atau produsen ketimbang konsumen itu sendiri. Meskipun pada kenyataanya para e-commerce menerapkan harga yang sangat miring dalam menjual suatu produknya.