Gaya Hidup

Aromanis, Kuliner Rumahan Dibalut Restoran

Anda suka berburu kuliner khas daerah? Jika ya, kini anda tak perlu lagi jauh-jauh berburu ke tempat asalnya. Sebuah restoran di kawasang Menteng, Jakarta, kini menyajikan semuanya dalam satu meja. Restoran bernama Aromanis ini mengangkat makanan rumahan dari resep keluarga menjadi makanan restoran.

Restoran Aromanis menyajikan suasana tradisional lewat lukisan pasar tradisional. Aksen manis di antara gaya interior yang modern, bisa dibilang mewakili jiwa pemiliknya yang merupakan pengusaha muda. Claudia Mulia, Adelin Soelaiman, dan Emanuella Clarissa adalah tiga sahabat yang mengangkat hidangan Jawa yang lekat dengan rasa manis diberi variasi rasa gurih dan pedas. Semua menu di restoran ini pun dipengaruhi oleh hobi berwisata kuliner ketiga wanita tersebut.

aromanis5li

Bakwan jagung khas Aromanis | Andika Aditia

Saat Lanang Indonesia berkunjung langsung disambut Tahu Pletok dan Tong Tong Brong (bakwan udang Jawa Tengah) sebagai makanan pembuka yang berhasil memancing nafsu makan. Hidangan Semarang lainnya antara lain Asem-Asem Koyor, Lontong Cap Gomeh, Babat Gongso, dan Nasi Bakmoy. Anda juga pasti akan tergoda dengan Tumis Kecipir Koyor. Di Jawa sendiri, koyor adalah sebutan untuk bagian urat kaki daging sapi. Sedangkan di dapur Minang, bagian yang sama sering dimasak menjadi gulai tunjang.

aromanis6li

Tahu petis ala Aromanis yang merupakan jajanan khas Semarang | Andika Aditia

Nama yang digunakan oleh restoran ini mungkin akan mengingatkan kita pada jajanan khas era 90an. Claudia Mulia mengaku nama tersebut dipilih karena unik dan begitu lekat nuansa Indonesia-nya.

“Kita mau memberikan nama lebih Indonesia dan unik, Nah, Aromanis juga kan jajanan tradisional saat kecil, yang lebih home”, kata Claudya yang juga pemilik Restoran Aromanis.

aromanis7li

Gurame sambal kecombrang yang terlihat sangat menyegarkan | Andika Aditia

Tak perlu khawatir akan kesan usang terhadap makanan nusantara yang ada di sini. Karena Aromanis menyajikan semuanya dengan cita rasa yang begitu tinggi serta suasana yang dijamin membuat anda seperti di restoran bintang 5.

Selain itu menu sambal hijau yang meresap ke lidah, yakni Cabe Ijo disajikan bersama kremes. Ini sangat cocok menjadi lauk Nasi Liwet. Jangan lupa pula untuk mencoba Gurame Sambal Kecombrang. Gurame yang dibuat Aromanis begitu menggugah selera, dan yang pasti tak aroma “lumpur” pada umumnya tak lagi terasa. Permukaannya sendiri akan disajikan dengan penuh sambal kecombrang pedas, di mana terinspirasi dari sambal matah kecombrang. Gurame Sambal Kecombrang ini pun menjadi makanan yang paling dicari oleh pengunjung.

aromanis2li

Aneka bubur khas Aromanis | Andika Aditia

Setelah selesai menikmati makanan utamanya, Lanang Indonesia digiring untuk mencicipi makanan pencuci mulut. Semua makanan pencuci mulut tersebut dipadukan dengan aromanis, seperti Pisang Goreng Aromanis, Pisang Bakar Aromanis, atau Tape Bakar Aromanis.

aromanis3li

Pisang goreng aromanis dan tape bakar aromanis | Andika Aditia

Belum selesai sampai di situ, Aromanis masih punya aneka es khas nusantara, seperti Es Kopyor Durian, Es Aneka Tapai, Es Sarang Burung, Es Putih Salju dan Es Mangga Kweni. Tak kurang dari 99 menu disajikan oleh Aromanis, sungguh menggugah selera bukan?

aromanis1li

Es aromanis, es putih salju dan es mangga kweni ala Aromanis | Andika Aditia

Untuk harga yang dibanderol pun dijamin tak akan bikin kantong merana, sebut saja makanan pembuka yang dikisaran Rp 30 ribu, hidangan ayam mulai dari Rp 50-150 ribu, hidangan daging mulai dari Rp 50-100 ribu, hidangan ikan mulai dari Rp 50-125 ribu, hidangan nasi/mie mulai dari Rp 30-95 ribu, lalu hidangan sayuran mulai dari Rp 25-40 ribu.

Sedangkan makanan penutup atau pencuci mulut yang ada di Aromanis, mulai dari Rp 30-50 ribu. Lalu aneka es mulai dari Rp 40-58 ribu.