Terkini

Arsip Sejarah Indonesia Dipamerkan UNESCO di Paris

Sebagai negara yang kaya akan budaya dan nilai sejarah kita patut berbangga diri terhadap Indonesia. Rangkaian sejarah Indonesia yang cukup mempengaruhi dunia itu pun membuat Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO, memamerkan arsip sejarah RI di kantor UNESCO Paris, Perancis.

Pameran kearsipan yang digelar pada 24-28 Oktober 2016 ini dibuka oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dengan tajuk “Preservation of Indonesian Archives and Documentary Heritage: Asian-African Conference, Non-Aligned Movement, and Indian-Ocean Tsunami Archives”.

Beberapa peristiwa bersejarah yang dipamerkan ialah Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, KTT Non-Blok tahun 1961 dan Bencana Tsunami Aceh tahun 2004. Sebanyak 60 foto dari peristiwa tersebut akan diusulkan untuk menjadi Memory of The World seperti arsip-arsip peristiwa Konferensi Asia-Afrika yang telah lebih dulu menjadi bagian Memory of The World.

Dipilihnya Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, bukanlah suatu kebetulan melainkan karena Megawati merupakan saksi sejarah dari dua peristiwa besar yang dipamerkan, yakni Konferensi Asia-Afrika dan KTT Non-Blok.

Megawati juga menambahkan jika pentingnya suatu arsip sebagai catatan sejarah bangsa. Ia juga menekankan pentingnya dunia untuk memilih jalan damai lewat kebudayaan dan perbedaan seperti yang dicontohkan dari peristiwa KTT Non-Blok.

Dipilihnya peristiwa Tsunami Aceh juga untuk mengingatkan seluruh masyarakat dunia akan pentingnya rasa kemanusiaan untuk saling membantu, saling menjaga dan rasa solidaritas yang tinggi.

Total sudah sebanyak lima arsip Indonesia yang ada di dalam Memory of The World (MoW) yang terdaftar di UNESCO. Rencananya tahun ini Indonesia akan menambahkan lagi empat daftar Memory of The World yakni, Panji Tales Manuscrips, Borobudur Conservation Archives, The Archives of non-Aligned Movement Summit Meeting 1961-1992 dan Indian Ocean Tsunami Archives.