Olahraga

Atletico Madrid Juarai Final Liga Eropa Lewat Kesalahan Lawan

Rival sekota Real Madrid yakni Atletico Madrid berhasil menjadi juara Liga Eropa 2017-2018 usai mengalahkan Olympique Marseille di laga final, Rabu (16/5/2018) atau Kamis dini hari WIB. Atletico berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-0.

 

Pertandingan yang digelar di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Perancis, menjadi panggung bagi Antoine Griezmann, pasalnya, dari tiga gol yang ada ia mencetak dua di antaranya pada menit 21’ dan 49’. Satu gol lagi untuk Atletico Madrid dicetak oleh Gabriel Fernandez Arenas atau Gabi pada menit 89’. Kemenangan ini pun menjadi prestasi pelipur lara setelah Atletico gagal menyalip Barcelona dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, di mana Atletico hanya mampu finis di posisi kedua.

Meski Atletico berhasil mengalahkan Marseille, namun nyatanya Marseille lah yang tampil bermain menekan. Anak-anak asuhan Rudi Garcia tersebut bahkan dalam 90 menit lebih mendominasi penguasaan bola ketimbang Griezmann dan kawan-kawan. Tetapi Marseille masih memberikan banyak cela kepada Atletico walaupun bermain menyerang.   Griezmann menyatakan jika timnya memanfaatkan kesalahan Marseille yang menjadi salah satu bagian dari strategi yang sudah direncanakan Atletico sebelumnya.

“Marseille merupakan tim yang bermain menyerang, mereka tampil dengan sangat baik,” ucap Griezmann seperti dilansir dari Marca.

“Kami bisa bertahan dengan baik dan mengambil keuntungan dari kesalahan yang mereka lakukan,” Ucapnya.

Gelar ini pun menjadi gelar kedua Griezmann bersama Atletico setelah sebelumnya menjuarai Piala Super Spanyol pada tahun 2014. Dua gol yang dicetak Griezmann membuatnya menjadi pemain kelima yang mampu mengemas dua gol di laga final Liga Eropa. Sebelumnya ada nama-nama seperti Diego Forlan (2010), Radamel Falcao (2012), Carlos Bacca (2015) dan Jorge Andujar Moreno alias Coke (2016).

Selain mampu merenggut kemenangan dengan memanfaatkan kesalahan yang dibuat oleh tim Marseille. Atletico juga berhasil mematahkan kutukan, di mana sebelumnya mereka selalu kalah saat melawan tim berseragam putih di berbagai laga final kompetisi Eropa.

Sponsored Links

Dikutip dari Marca, Atletico selalu kalah saat laga melawan tim dengan seragam putih dalam lima laga sebelum akhirnya berjumpa Marseille di Stade de Lyon, Kamis dini hari tadi WIB. Kutukan ini pertama kali terjadi ketika Atletico bertemu Tottenham Hotspurs pada final Piala Winners 1963, Atletico takluk memalukan dengan skor 1-5. Lalu 11 tahun kemudian untuk kedua kalinya ia berhadapan dengan Bayern Munchen di Final Piala Eropa, sialnya, Munchen tak memakai seragam kebesarannya dan malah justru memakai seragam putih. Akhirnya Bayern berhasil mengalahkan Atletico dengan skor 4-0 di laga ulangan setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di pertemuan pertama.

Kesialan pun belum berakhir, dalam final Piala Winners 1986, Atletico bertemu dengan Dynamo Kiev dan hasilnya Atletico dipangkas tiga gol tanpa balas. Dan yang paling terbaru adalah ketika berhadapan dengan rival sekota yakni Real Madrid dalam Final Liga Champions 2015-2016, di San Siro, Milan. Atletico akhirnya takluk lewat adu penalty dengan skor 3-5 setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1.

Tapi kini anak asuhan Diego Simeone telah mematahkan kutukan itu dengan menggilas Olympique Marseille dan membawa pulang Piala Liga Eropa 2017-2018. Selamat untuk Atletico Madrid!