Terkini

Audi Ciptakan Bahan Bakar Air Dan Udara

Suatu hal mengejutkan di bidang teknologi kembali terjadi kali ini dilakukan oleh produsen mobil asal Jerman, Audi, mereka mengklaim telah menemukan bahan bakar yang berbahan dasar air, karbon dioksida dan beberapa sumber daya terbarukan lainnya.

Seperti dilansir dari IBTimes, Senin (13/6/2016), Menteri Pendidikan Dan Penelitian Jerman, Dr Johanna Wanka, mengatakan jika ia telah menggunakan bahan bakar tersebut pada mobilnya yakni Audi A8. Berbeda dari yang lainnya, bahan bakar ini tak mengandung sulfur atau minyak fosil, serta 70 persen lebih irit.

Sementara, Audi sendiri berharap bisa memproduksi 160 liter bensin sintesis per hari di pabriknya, di Dresden, Jerman. Penemuan bensin berbahan CO2 ini dianggap sebagai penemuan besar oleh banyak pihak, terutama ilmuwan Jerman.

Dr Johanna Wanka mengatakan jika penelitian ini adalah penelitian yang sukses dan akan memberi kontribusi besar serta penting.

“Jika kami sukses membuatnya lebih besar, maka kami akan memberikan kontribusi penting untuk perlindungan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pembangunan ekonomi hijau,” ucap Wanka.

Dalam prosesnya, Audi bersama lembaga penelitian Sunfire harus memanaskan air pada suhu 800 Celcius agar dapat memicu elektrolisis yang dapat mengurai uap hidrogen dan oksigen. Di mana nantinya Hidrogen akan bereaksi dengan CO2 dalam reaktor sintesis dalam suhu dan tekanan yang tinggi juga.

Pada akhirnya proses tersebut akan menghasilkan cairan yang terbuat dari senyawa hidrokarbon yang dinamakan minyak mentah biru (blue crude). Bahan bakar bebas sulfur dan hidrokarbon ini akhirnya bisa langsung digunakan atau juga bisa dicampurkan dengan bahan bakar fosil.

Sponsored Links