Film

Avengers Membungkam Justice League Cukup Dengan 2 Menit?

Buat sobat lanang penggemar komik maupun film superhero, pasti sedang membicarakan Justice League yang telah tayang. Film karya DC Comics dan Warner Bros Studio ini merupakan film pertama kumpulan karakter tokoh DC Comic menjadi satu untuk melawan musuh bersama.

Namun sepertinya obrolan hangat para penggemar superhero terhadap Justice League tak bertahan lama. Ini karena sang rival Marvel baru saja merilis trailer Avengers: Infinity War. Trailer berdurasi 2 menit 25 detik ini langsung menyedot perhatian para penggemar superhero di seluruh dunia. Bayangkan saja, hanya dalam waktu 24 jam saat pertama kali dirilis pada 29 Nov 2017, Avengers: Infinity War langsung ditonton lebih dari 40 juta kali. Itu pun baru dihitung dari chanel resmi Marvel, belum yang lainnya.

Hal ini jelas jauh mengungguli trailer Justice League yang sampai saat ini saja baru ditonton 32 juta kali, sejak dirilis pada 25 Mar 2017, oleh Warner Bros Pictures. Hal ini pun semakin diperparah karena sesaat sebelum artikel ini dibuat, official trailer dari Avengers: Infinity War sudah mencapai lebih dari 91 juta kali ditonton.

Tapi mungkin ini akan disanggah habis-habisan oleh para penggemar berat DC Comic dengan Justice League-nya. Lanang Indonesia akan membahasnya secara faktual. Jika berbicara selera mungkin akan sangat subjektif. Ada beberapa hal memang yang membuat DC Comic sedikit ngos-ngosan mengejar Marvel, salah satunya adalah studio film yang belum dimiliki DC Comics, sehingga mereka masih bekerja sama dengan Warner Bros Pictures. Sedikit banyaknya ini akan mempengaruhi tim DC Comic dalam menyelesaikan projek film superheronya seperti Justice League.

Lalu hal berikutnya adalah kendala pada tim internal DC Comic saat proses pembuatan Justice League. Kendala terburuknya adalah ketika sang sutradara Zack Snyder, harus mengundurkan diri di saat proses pengambilan gambar utama sedang berlangsung. Hal ini dikarenakan putri Zack Snyder meninggal karena bunuh diri, Joss Whedon pun segera mengambil alih menyelesaikan pengambilan gambar ulang dan proses posproduksi. Mungkin seandainya ini tak terjadi, bisa saja, Justice League mempunyai tampilan yang berbeda yang mungkin saja tak ‘seloyo’ sekarang.

Lalu catatan di atas kertasnya, Justice League tak mampu bertahan lama di puncak box office. Ia harus tergeser oleh film animasi musikal Disney dan Pixar ‘Coco’, bahkan kini Coco sudah memimpin selama 2 pekan sejak pemutaran perdananya. Justice League yang merupakan kumpulan film superhero perdana dari DC Comic malah justru menjadi film dengan pendapatan debut di bawah ‘Batman V Superman: Dawn of Justice’ serta ‘Suicide Squad’.

Jika berbicara power & skill mungkin Justice League jauh lebih kuat, coba saja lihat pukulan Superman yang bisa membuat sang musuh utama Steppenwolf tak berdaya seketika. Atau sebut saja Batman yang memiliki skill sangat baik meskipun tak memiliki super power seperti yang lainnya, bahkan Batman juga menekankan itu pada The Flash dalam adegan di Justice League jika keistimewaannya hanyalah kekayaannya.

Sebelum menutup ulasan, Lanang Indonesia punya catatan khusus mengenai isi dari film Justice League. Entah disengaja atau tidak, dalam film Justice League, si super cepat Flash terlihat hanya sebagai pelengkap saja. Flash beberapa kali hanya menjadi asisten Batman, Flash terlihat tak mengerti apa-apa. Ketika saat pertarungan puncak, Flash hanya kebagian jatah menyelamatkan sandera dan warga sipil, itu pun harus berantakkan ketika Superman mampu menyelamatkan warga beserta apartemennya. Kecepatan yang dimilikinya terlihat tak begitu spesial karena masih bisa diimbangi oleh Superman.

Sponsored Links