Sosok

AXL Rose, Antara Usia, Guns N Roses Dan AC/DC

AXL, Guns N Roses dan AC/DC pasti sudah tak asing lagi di telinga sobat lanang semua. Nama-nama tersebut sudah sering menghiasi telinga para pencinta musik dengan karya-karya mereka. Lalu apa kaitannya? AXL Rose yang merupakan salah satu vokalis paling ajaib di dunia baru saja sukses menggelar tur konser reuni Guns N Roses, sekaligus menjadi vokalis AC/DC menggatikan Brian Johnson. Bagaimana ceritanya? Mari disimak!

AXL Rose yang bernama lengkap William Bruce Bailey Rose pernah menjadi vokalis paling berbahaya di belantika musik. Ia adalah berandal jalanan yang sukses mengguncang panggung lewat suara dan aksinya. Pria kelahiran Lafayette, Indiana, Amerika Serikat, 6 Februari 1962 ini baru saja merayakan umurnya yang sudah menginjak 56 tahun.

Sebagai seorang musisi ia sukses lewat band bernama Guns N Roses, tapi seiring itu juga berbagai kontroversi menyelimutinya. Mulai dari memukul Ikon musik David Bowie, Mengintimidasi Johnny Thunders, mengaku kerasukan arwah Drumer Led Zeppelin John Bonham, sampai berselisih dengan Kurt Cobain yang juga idolanya sendiri. Karena kelakuannya tersebut AXL Rose pun sering diprediksi akan menjadi legenda dengan mati muda seperti banyak musisi lainnya, tapi nyatanya ia masih gagah sampai kini dan tetap menjadi seorang AXL Rose.

Bukan tanpa sebab AXL menjadi begitu labil dan tempramen, pelecehan seksual semasa kecil dan hampir diperkosa lelaki menjadi catatan tersendiri yang membuat dirinya punya emosional yang tak stabil. Belum lagi pengaruh obat-obatan yang pernah menguasai dirinya. Meski kini perutnya mulai buncit dengan suara yang mulai dilupakan tapi AXL Rose tetapalah vokalis hebat dengan kemampuan tiga suara yang berbeda dalam satu lagu. Bahkan ketika konser AXL tetap memiliki suara yang stabil meski berlari kesana-kemari sambil salto berkali-kali.

Usia memang tak pernah bohong, di usianya yang hampir memasuki kepala enam membuat AXL perlahan menjadi sedikit bijak, seolah ia mengakui semua arogansinya. Ia menjalin persahabatan dengan David Bowie, melupakan perseteruan dengan Nirvana, dan yang paling penting adalah tindakannya untuk melakukan tur konser reuni bersama sesepuh Guns N Roses lainnya, yakni Slash dan Duff McKagan yang pernah dimusuhi hampir 20 tahun lamanya.

Setelah banyak promotor yang berkali-kali gagal untuk melakukan reuni tersebut, nyatanya reuni ini berhasil dari niat sang personilnya sendiri. Berawal dari rumor kini Guns N Roses sudah menjalani tur reuninya selama dua tahun sejak 1 April 2016, di klub malam The Troubadour yang membesarkan GNR dan akan berakhir pada tahun ini. Dalam tur ini GNR sukses besar, banyak penggemarnya mabuk kepayang akan bersatunya mereka kembali, mungkin satu-satunya minus dalam tur ini ialah absennya sang pencetus GNR Izzy Stradlin dan sang drummer Steven Adler karena masalah kesehatan.

Tur konser bertajuk Not in This Lifetime ini terbilang sukses, di akhir 2016 saja sudah ditonton sebanyak 1,8 juta penonton. Pada Februari 2017, GNR sukses menggebrak Singapura yang juga menjadi pengalaman pertama mereka menggelar konser di negeri Kota Singa ini. Rekor Metallica sebagai band paling sukses menggelar konser di Singapura harus digeser oleh Guns N Roses dengan jumlah penonton 50.000 orang, sementara Metallica 40.000.

Setelah berhasil berdamai dengan masa lalunya dan kembali dengan roman picisan. AXL semakin mengepakkan sayapnya dengan menjadi vokalis band rock legendaris AC/DC. Hal ini pun mengejutkan banyak penggemar musik, sudah 30 tahun semua orang akrab dengan suara Brian Johnson. Bahkan penggemar sejati AC/DC hanya tahu jika vokalis band Angus Young dkk itu adalah Bon Scott dan Brian Johnson, mungkin jika Bon Scott masih hidup, ia akan tetap menjadi penghentak lagu AC/DC.

Keputusan Angus Young dkk ini sempat dipertanyakan oleh beberapa musisi, salah satunya adalah Vokalis Def Leppard Joe Elliott yang bingung atas keputusan AC/DC merekrut AXL Rose. Memang harus diakui jika Def Leppard sendiri merupakan band yang anti mengganti personilnya, contohnya ialah sang drummer Rick Allen yang harus kehilangan satu tangannya akibat kecelakaan. Sampai kini Rick Allen tetaplah drummer Def Leppard.

Tapi keputusan AC/DC bisa dimaklumi, usia yang menua sulit untuk memungkinkan mereka berburu vokalis baru seperti ketika mereka kehilangan Bon Scott. Lagi pula Brian Johnson tak benar-benar berhenti dari AC/DC, ia hanya sedang dalam masa pemulihan telinganya yang bermasalah dalam waktu yang belum ditentukan.

Biar bagaimana pun ini semua semakin menunjukkan kaliber seorang AXL Rose yang memang musisi kelas dunia. GNR pun telah diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2012. Dalam buku biografi Duff McKagan, AXL disebut sebagai orang yang keras kepala, moody, arogan, serta serakah. Tapi Duff juga menyebut jika AXL adalah salah satu teman paling tulus yang ia punya. Ketika Duff dirawat di rumah sakit karena ginjalnya yang bengkak, AXL merupakan satu-satunya personel Guns N Roses yang menelepon Duff, yang tak lama kemudian AXL datang menjenguknya.

 

AXL adalah seorang pria sejati, pernah bertahan hidup meski hanya dengan uang 3,75 dolar per hari. Ia juga mengikuti perkembangan dan tak gagap teknologi, buktinya ia memiliki akun Twitter, meskipun ia mengatakan jika internet adalah “Tong Sampah”. AXL pun adalah seorang hipster, lagu berjudul The Catcher in the Rye dalam album Chinese Democracy (2008) merupakan inspirasi dari novel karya JD Salinger. Begitulah sekiranya, betul juga nyanyiannya, “Don’t Cry” & "It's So Easy". Selamat bernostalgia bro!