Kuliner

Bandar Djakarta, Selamatkan Hiu dengan Menu Baru

Bro, kalian pecinta seafood pasti pernah mendengar sup sirip ikan hiu yang tersaji di beberapa restoran?

Mitos meningkatkan stamina dan vitalitas membuat hiu marak diburu dan diolah menjadi sup atau sajian lain.

Sayangnya, kini populasi hiu sebagai predator teratas dalam mata rantai makanan di dalam laut semakin menurun.

Padahal hiu berperan penting lho bro dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ekologis laut, seperti menjadi ‘dokter ikan’ hanya memangsa ikan lain yang sakit, tua dan lemah.

DSC03758

Selain itu hiu juga mengontrol populasi ikan karnivora yang memangsa ikan herbivora yang mampu menjaga dan membatasi pertumbuhan alga yang dapat merusak terumbu karang. Baru tahu kan, bro?

Data yang LanangIndonesia dapatkan dari WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia mengungkapkan, jumlah populasi hiu khususnya di Indonesia mengalami penurunan akibat esploitasi yang didorong oleh tingginya permintaan produk satwa tersebut, mulai dari sirip, daging dan bagian tubuh hiu lainnya.

“Indonesia merupakan Negara produsen hiu terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 16,8% dari total tangkapan dunia. Data ini kami dapatkan dari FAO (Food and Agriculture Organization) di tahun 2014,” ungkap Dwi Ariyogagautama, Bycatch and Sharks Conservation Program Coordinator WWF-Indonesia.

Dwi juga menuturkan, reproduksi hiu yang lambat ditambah perburuan yang meningkat membuat jumlah hiu semakin berkurang.

Mirisnya keadaan ekosistem laut dengan perburuan hiu sebagai top predator yang semakin menurun populasinya, membuat Restoran Bandar Djakarta Group prihatin dan ikut ambil bagian dalam CSR dan menjadi mitra kampanye #SOSharks dengan WWF-Indonesia.  

dsc03730-620x424

“Di awal buka 2001 kami menjual sajian olahan berbahan daging hiu, namun sejak 2014 kami mulai berhenti. Karena kami sadar bahwa bisnis kami adalah seafood, jika tidak mau ikut menjaga ekosistem maka kedepannya tidak ada sumber yang kami dapatkan dari pelestarian hiu yang menjadi predator utama di dalam laut. Awalnya kami hanya mengeluarkan komitmen, namun kini mulai melakukan aksi nyata,” Shandra S. Januar, Bussines Development Manager Bandar Djakarta Group saat diwawancarai LanangIndonesia dalam acara CSR Save Our Shark di Bandar Djakarta Alam Sutera.

Komitmen dan aksi nyata Bandar Djakarta Group dalam ikut menjaga pelestarian kelangsungan hiu di Indonesia adalah dengan donasi melalui dua menu baru yang dihadirkan.

dsc03736-620x424

Yaitu Kepiting Durian Sauce, kepiting berdaging lembut yang disiram saus bercitarasa unik dari paduan durian, keju leleh dan potongan buah tropis segar. Dan Udang Coconut Sauce, legitnya daging udang berbalut saus gurih-pedas dengan aroma daun jeruk dan serai. Dijamin bikin nagih.

Jadi, kalian yang membeli diantara dua menu baru tersebut, ikut mendonasikan sebesar Rp 5.000 untuk kesejahteraan habitat hiu di Indonesia.

Dapat makan enaknya, ikut pula berdonasi untuk alam ini ya bro.