Kuliner

Bangga, Ubud Menuju Destinasi Gastronomi Dunia

ubud-gastronomi-dunia1-620x424

Indonesia akan semakin bangga nih bro, karena di tahun ini Ubud di Kabupaten Gianyar - Bali, akan menjalankan serangkaian projek perdana menuju destinasi gastronomi berstandar dunia.

Projek yang ditangani langsung oleh organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO) bersama Kementerian Pariwisata RI ini akan memakan proses penerapan ‘uji kelayakan’ selama satu tahun ke depan.

Nantinya, jika Ubud lulus kriteria sesuai yang ditetapkan UNWTO, maka Ubud akan menjadi percontohan destinasi gastronomi pertama di Indonesia dan dunia yang berstandar global.   Keren nih bro!

Btw kalian sudah mengetahui Gastronomi itu apa? Menurut Wikipedia Indonesia, Gastronomi adalah seni atau ilmu mengenai makanan yang baik.

Secara garis besarnya bisa dikatakan gastronomi berhubungan dengan segala aspek antara budaya dan makanan, dengan makanan sebagai pusatnya. Beragam cerita dan sejarah tentang bahan baku, proses pengolahan hingga menjadi makanan yang nikmat, merupakan komponen dalam ilmu gastronomi tersebut.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dalam Jumpa Pers tadi pagi (11/6) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, merasa optimis dan bangga akan hadirnya destinasi gastonomi skala Dunia di Ubud,

“Jika Ubud sukses menjadi destinasi gastronomi dunia, akan semakin meningkatkan kredibilitas pariwisata kita di level global. Projek berikutnya dapat diterapkan pula di destinasi pariwisata unggulan lainnya seperti Jogja, Solo, Semarang dan Bandung.” cetus Arief.

foto-ubud-620x424

Foto: desacanggu.badungkab.go.id

Ternyata dalam menentukan wilayah tersebut menjadi destinasi gastronomi tingkat dunia bukan sekedar dilihat dari kuliner yang lezat saja bro, tetapi harus memenuhi lima kriteria standar UNWTO, yaitu makanan di wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup, menggunakan produk atau bahan baku lokal, memiliki hubungan dengan budaya dan sejarah di wilayah setempat (culture and heritage), memiliki cerita (story telling), serta memiliki kandungan yang baik dan sehat.

Hal yang terpenting lagi, pemerintah daerah bekerjasaam dengan pusat harus melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha pariwisata setempat yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau, menyambut gembira projek ini. “Program yang diusulkan oleh Kemenpar sejak 2017 ini, akan menjadi salah satu strategi Pengembangan Wisata Kuliner yang dapat menaikkan popularitas kuliner dan budaya kita yang beragam,” ungkapnya.

Doakan saja bro, agar Ubud lolos verifiasi dalam segala aspek dan menjadi destinasi gastronomi level dunia.