Fashion

Brand Lokal di Edisi Spesial Asian Games 2018

Perhelatan Asian Games ke-18 di Indonesia telah usai. Ini merupakan kali kedua Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga Asia tersebut. Banyak cerita menarik dibalik Asian Games ke-18 ini. Salah satunya adalah fashion item yang khusus didedikasikan kepada Asian Games 1962-2018.

Beberapa brand fashion lokal yang hadir meramaikan Asian Fest di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno seperti Danjyo Hiyoji, Footurama, Maris, Volt and Fast, Taka, dan Public Culture adalah yang giat memproduksi item spesial edisi Asian Games.

 

dc8ff788-f108-406b-bf83-117820669a98

MADJU TERUS by Danjyo Hiyoji | Dok. Danjyo Hiyoji

Bahkan beberapa item pun juga mengangkat tema DJAKARTA 1962 dengan membawa kembali ingatan kita pada tahun 1962 saat Indonesia pertama kali ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games.

Keenam brand tersebut difasilitasi Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf yang juga turut meramaikan Asian Fest selama dua pekan kemarin. Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Simandjuntak, menceritakan sedikit latar belakang Bekraf menggandeng enam brand lokal tersebut.

IMG_8245

TUAN RUMAH by Footurama | Dok. Footurama

Fashion ini agak unik ya. Kami berusaha melihat bagaimana mengoneksikan sektor fashion kreatif dengan sport, salah satu jembatannya adalah bisnis atau industri apparel,” ujar Joshua kepada Lanang Indonesia.

Kekhawatiran Bekraf akan minat masyarakat terhadap Asian Games juga menjadi latar belakang enam brand lokal tersebut untuk memproduksi fashion item edisi spesial Asian Games. Mereka yang tertarik dan antusias dengan Asian Games pada awalnya hanya kalangan terkait saja.

mas-dean

TUAN RUMAH by Footurama | Dok. pribadi

Hal ini mengacu pada penjualan merchandise Asian Games yang tidak begitu menarik minat publik sebelum perhelatan ini berlangsung.

Brand lokal ini kan punya loyal followers dan sangat dekat dengan kalangan milenials. Nah kami ingin menyuarakan Asian Games ini kepada kalangan milenials lewat brand streetwear ini,” lanjutnya.

danjyo2

Tema DJAKARTA 1962 menjadi pengingat Asian Games 1962 | Dok. Danjyo Hiyoji

Kehadiran industri fashion di Asian Games 2018 memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia maupun mancanegara yang hadir langsung ke Indonesia. Bekraf juga menaruh harapan hadirnya brand lokal ini menjadi kesempatan yang bagus untuk memamerkan kualitas fashion Indonesia di mata Negara lain.

“Asian Games ini tentunya akan dipenuhi oleh warga asing juga. Hal ini tentu akan menjadi kesempatan bagus untuk memperkenalkan produk fashion streetwear Indonesia yang kualitasnya tak kalah dari fashion dunia.” tutup Joshua Simandjuntak.

danjyo4

Pilihan item beragam baik untuk pria maupun wanita | Dok. Danjyo Hiyoji

Sedangkan di pihak Asian Fest sendiri juga sangat antusias dengan keikutsertaan Bekraf yang menggandeng brand-brand fashion lokal tersebut.

“Kita punya semacam community yang disebut What We Wear nih. Nah jadi kita menamakan booth fashion kolaborasi Bekraf tersebut dengan nama What We Wear,” ucap  Aan Fernandes, PIC Asian Games untuk Booth Fashion Bekraf.

bekraf-fashion-3

Truck cap pun bisa jadi pilihan jika kalian ingin item yang simpel | Mulki Santosa

Mengenai soal tema DJAKARTA 1962 itu sendiri merupakan ide bersama dari pihak Bekraf dan Asian Games 2018 sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa Indonesia dulu juga pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962.

“Kita sih diminta untuk membuat desain yang lebih sporty dan mengangkat tema Asian Games 1962 yang kala itu memiliki moto MADJU TERUS, jadi tema-tema tersebut yang coba kita aplikasikan ke desain edisi khusus Asian Games ini,” papar  Dana Maulana selaku Business Director Danjyo Hiyoji. Untuk edisi khusus ini, tim Danjyo Hiyoji tak hanya merancang kaos dan kemeja, namun juga topi, scarf dan drawstring bag yang unik.

bekraf-fashion-4

Sudut booth Bekraf yang menghadirlan brand Public Culture | Mulki Santosa

Kampanye Asian Games melalui bidang fashion sendiri terbilang cukup berhasil. Animo yang cukup besar serta dukungan masyarakat terhadap Asian Games pun membuat edisi spesial Asian Games yang diproduksi oleh enam brand lokal tersebut terjual habis. 

”Sebenarnya ekspektasi kita gak gede banget ya. Karena kita mikirnya orang cuma mau nonton pertandingan aja. Hari pertama sampai hari ketiga memang penjualan masih tenang dan normal, tapi setelah itu sold out semua dan kita sempat melakukan restock pada minggu pertama,” lanjut Dana.

bekraf-fashion-2

Koleksi dari brand TAKA | Mulki Santosa

Begitu pula dengan brand Footurama yang memproduksi desain kaos bertuliskan TUAN RUMAH kolaborasi dengan Runhood, sebuah media khusus komunitas lari yang juga terjual habis selama perhelatan Asian Games ke-18 kemarin berlangsung. Brand ini bahkan melakukan restock sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 16 hari itu. Dijual hanya dalam dua warna, yaitu hitam dan merah, dan hingga closing ceremony masih ada yang menanyakan ingin memesan kaos ini. 

"Saya kehabisan nih, menyesal juga tidak beli langsung banyak di minggu pertama. Dan sekarang tidak mungkin dapat lagi karena acaranya sudah selesai", papar Andy, yang datang bersama tiga temannya saat penutupan. 

Sementara Syahmedi, pekerja kantor yang datang menonton beberapa pertandingan bersama keluarga, beruntung mendapatkan kaos Tuan Rumah. "Saya sengaja datang ke Zona Kaka untuk mencari t-shirt Tuan Rumah. Gara-gara saya lihat seorang teman posting di IG memakain t-shirt tersebut, saya langsung memburunya. Desain sederhana, namun smart, relevan dan usil yang mengesankan", jelasnya.

Lain lagi dengan Irvan yang membeli beberapa kaos untuk keluarga dan teman-temannya. "Saya membeli beberapa kaos di booth Bekraf ini. Juga ada jaket dan topi. Tak apa mengeluarkan uang lebih karena acara ini bagian dari sejarah yang belum tentu saya akan menyaksikannya kembali di masa depan", ungkapnya.