Motor-mobil

Cerita di Balik Motor Pabrikan MotoGP (Bagian 1)

Jika sudah bicara MotoGP pasti kita akan lebih senang membahas bagaimana performa dan skill para pembalap, jauh sedikit kita akan lebih tertarik dengan gaji dan kehidupan personal mereka. Tapi sering kita kurang terdarik dengan benda yang bisa membuat mereka kencang, yakni motornya bro.

 

Dalam artikel ini kita akan membahas seperti apa sih spesifikasi motor-motor mereka bray. Tak hanya membahas soal kencangnya, tapi juga kekurangan dan kelebihan masing-masing pabrikan.

Aprilia

Aprilia menjadi salah satu pabrikan yang masih agak tertinggal di MotoGP karena sempat ikut selama tahun 2002-2004 lalu absen dan kembali ikut di tahun 2015. Mengusung mesin V4, RS-GP bisa dibilang masih berjuang mencari seting yang baik untuk bisa kompetitif dengan pabrikan lainnya.

aleix

Aleix menjadi yang paling kenal dengan RS-GP | MotoGP

Menggunakan suspensi Ohlins TSB46 di depan dan TRSP44 di belakang Aprilia mengklaim jika power RS-GP melebihi 273 HP. Menurut Aleix Espargaro RS-GP adalah motor yang stabil namun lumayan bermasalah soal delivery powernya. Kombinasi yang belum klop adalah ketahanan ban Michelin dengan power delivery RS-GP sering membuat Aleix kuat di lap awal dan ending di belakang karena kehabisan traksi ban.

Ducati

Pernah menjadi motor tersulit di kelas premier namun beberapa tahun ke belakang telah menjelma jadi motor papan atas bersama manager Gigi dall'igna. Mesin Desmosedici GP18 berkonfigurasi V4 90° sangat andal diajak adu akselerasi dengan top speed yang juga mantap. Di track lurus tak ada yang bisa menandingi GP18.

gigi

Luigi Dall'Igna dalang dibalik sukses Ducati pasca Preziosi | MotoGP

Menjadi satu-satunya motor yang menggunakan sistem klep desmodromic, Ducati memiliki kelemahan agak lambat saat menikung. Understeer sudah menjadi penyakit lama Desmosedici, namun kini telah jauh berkurang. Bisa dibilang GP18 adalah musuh terberat untuk semua pabrikan di MotoGP.

Honda

Sponsored Links

RC213V menjadi motor yang langganan juara dunia namun bukan motor yang sempurna di mata banyak pembalapnya. Dengan konfigurasi mesin V4, Cal Crutchlow sendiri mengakui bahwa RC213V adalah motor yang sangat menguras tenaga. Kita bisa melihat banyak pembalap menjadi agresif jika sudah di atas RC213V.

marc

Pembalap gila ketemu motor agresif, cocok | MotoGP

Marc Marquez dan RC213V adalah pasangan yang sangat cocok. Pembalap agresif di atas motor agresif hasilnya ya tentu juara dunia. Casey Stoner adalah pembalap lainnya yang terlihat nyaman bersama RC213V. Karakter RC213V adalah sliding, sliding dan sliding. Bersama RC213V Honda terasa lebih seperti senang cari pembalap gila ketimbang mengembangkan motor ke arah nyaman.