Sosok

Chef Rahung, Bisa Masak Duluan Daripada Punya Tato

Siapa yang tidak kenal dengan Rahung Nasution,  chef yang tidak sreg kalau dipanggil chef ini ternyata punya cerita menarik di balik bakat memasaknya tersebut. Selain jago masak, Rahung juga sangat dikenal sebagai penggila tato tradisi. Bagaimana tidak, hampir sekujur tubuhnya dipenuhi dengan tato-tato khas dari berbagai suku di Nusantara.

Belum banyak yang tahu kalau ternyata Rahung sudah bisa memasak sejak kecil. Rahung menceritakan masa kecilnya kepada kontributor Lanangindonesia.com, Meizan Nataadiningrat.

“Karena saya lahir dari keluarga yang miskin di kampung, ibu saya jam 6 pagi sudah ke sawah, ayah saya jam 4 pagi sudah ke ladang mendadap karet. Jadi ibu saya mengajarkan saya untuk memasak agar dia pulang dari sawah sudah ada masakan di rumah, jadi dari usia 13 tahun saya sudah bisa memasak,” ungkap Rahung.

Untuk urusan tato dirinya mengaku baru pada akhir tahun 90-an. Dia mulai menggemari seni rajah tubuh ini saat masa-masa SMA.

“Saya mentato gambar di badan saya zaman dulu pas SMA, ya biasalah anak muda niatnya untuk gagah-gagahan, jadi jauh sebelum mengenal tato saya sudah memasak dari kecil,” lanjut rahung.

Sponsored Links

Dirinya juga mengungkap alasan mengapa lebih menyukai tato tradisi ketimbang tato biasa adalah karena ingin mengubah pola pikir orang Indonesia yang selalu mengaitkan tato dengan kriminalitas. Dia ingin orang Indonesia tahu kalau tradisi mentato badan sudah dilakukan oleh berbagai suku di Nusantara sejak zaman dulu.

“Selain itu orang yang mentato dirinya itu sebenarnya ingin menunjukkan sikap, sikap yang walaupun kita anggap tatonya ecek-ecek tapi yang jelas dia ingin ditato, dan itu artinya dia sedang mencari sesuatu untuk membentuk identitas dirinya,” tutup Rahung.