Sosok

Dellie Threesyadinda: Memanah Itu Lebih dari Sekedar Olahraga!

Adalah Dellie Threesyadinda yang terjun di Asian Games 2018 nomor compound cabang olahraga panahan ini menjadi salah satu atlet yang diandalkan oleh Indonesia di cabang memanah. Lebih akrab dipanggil Dinda, dirinya mengaku menyukai film The Hunger Games di mana tokoh utamanya Katniss Everdeen adalah juga seorang pemanah jitu.

“Saya sangat suka akting Jennifer Lawrence dalam film itu, daya juangnya kerasa banget, bisa jadi motivasi buat yang menonton,” ujar Dinda saat diwawancara.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini, panahan tidak hanya mengolah raga tapi juga mengolah rasa dan kekuatan mental.

foto-2

“70% justru pengendalian emosi dan pikiran di mana kita harus fokus dan benar-benar hadir di sana, selebihnya baru fisik,” tambah Dinda.

Kembali seperti Katniss yang berjuang demi keluarganya, Dinda-pun mengaku bahwa motivasi terkuatnya berasal dari keluarga.

“Katniss itu fierce dan dingin, tapi sebenarnya dia peduli dengan orang sekitarnya. Selain demi keluarga, aku juga ingin nama Indonesia harum di mata dunia,” ujar Dinda.

Foto 5

Dinda dikenalkan memanah oleh ibunya, Lilies Handayani (atlet panahan nasional peraih medali perak dalam Olimpiade Seoul 1988) sejak usia 5 tahun. Lalu pada usia 7 tahun dirinya mengikuti kejuaraan dan meraih emas.

Sejak saat itu Dinda seakan tidak bisa berhenti memanah. Ia terpilih masuk timnas pertama kali tahun 2007 dan sampai hari ini Dinda tidak pernah bolos membawa nama Indonesia di ajang olahraga internasional, termasuk Asian Games kali ini.

Perjuangan heroik Dinda meliputi peristiwa berdarah-darah, secara harfiah. Kejadiannya dua hari sebelum berangkat Sea Games 2013, Dinda menaiki taksi. Tak disangka taksi tersebut mengalami kecelakaan yang cukup hebat dan pecahan kaca depan taksi mengenai kepala Dinda, darahpun bercucuran.

foto-1

Dengan semangat pantang menyerah dan kepala yang penuh perban, Dinda tetap mengikuti pertandingan dan berhasil meraih emas.

Semangat Dinda membela tanah air melalui panahan, sejalan dengan filosofi perusahaan Astra, butir pertama Catur Dharma, Menjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.

Astra turut mendukung Asian Games 2018 sebagai Official Prestige Partner. Dukungan Astra berupa kontribusi penyelenggaraan rangkaian acara, penyediaan mobil operasional, penyelenggaraan torch relay di 10 kota hingga turut menggaungkan Asian Games 2018 melalui berbagai aktivasi digital.