Gaya Hidup

Deretan Film Keren yang Akan Mejeng Di EOS 2016

Film telah menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan yang syarat akan seni. Bukan hanya sebagai bentuk ekspresi tetapi juga menjadi cara ampuh untuk mengomunikasikan ide-ide lintas batas kepada orang lain.

Hal itulah yang dilakukan oleh Eropa untuk dapat menampilkan keanekaragaman dan kreativitasnya. Lewat Festival Film Eropa atau Europe On Screen 2016, Sebanyak 22 negara di Eropa menampilkan 78 filmnya yang sangat mungkin akan meninggalkan kesan yang mendalam. Diputar di 12 lokasi di 6 kota Indonesia, pada 29 April – 8 Mei 2016, lalu film mana sajakah yang paling menarik perhatian di negeri asalnya?

Banana Pancakes and the Children of Sticky Rice

Film yang diproduksi pada 2015, di Belanda dan Laos sebagai latarnya ini bisa dibilang punya sudut pandang yang paradoks. Berawal dari para backpacker yang mengunjungi desa kecil di Laos untuk mencari budaya sejati, namun di sisi lain para penghuni desa terpukau dengan budaya Barat.

Dua dunia bertemu. Para backpacker mengidamkan kesejatian, sementara para penduduk desa malah menjadi berhasrat pada kemodernan. Film bergenre dokumenter ini membuat kita melihat bagaimana pengaruh orang asing membentuk industri wisata pada penduduk desa.

Perjumpaan tersebut akan mengubah pandangan banyak orang dan menjelaskan bagaimana kita terhubung satu dengan yang lain di dunia yang cepat berubah ini.

Who Am I

Bisa dibilang film memiliki kesamaan dengan gerakan Anonymous yang menggunakan topeng V For Vendetta. Pertemuan antara ahli komputer dengan seseorang yang misterius bernama Max yang penuh karisma. Pertemuan mereka pada akhirnya membentuk sebuah kelompok peretas hebat yang diberi nama CLAY.

Namun keduanya harus menghadapi risiko berat saat intelijen Jerman mulai menyelidiki keberadaannya.

Pepe Mujica – Lessons from the Flowerbed

Presiden Uruguay, Jose Mujica, yang kini menjadi salah satu tokoh paling berkarisma di Amerika Latin telah banyak memberi inspirasi, salah satunya film. Dikenal sebagai presiden termiskin di dunia karena menyumbang 70 persen penghasilannya ini ternyata merupakan seorang tokoh pendiri kaum gerilya bernama “Tupamaros”.

Kelompok ini dia bentuk sebagai perlawanan terhadap rezim kediktatoran Uruguay pada tahun 1970-an. Kisah Presiden Jose Mujica telah memberi kita pelajaran penting bagaimana melakukan perubahan dengan baik meski mengalami berbagai penyiksaan selama memperjuangkannya. Pengalaman pahit dipenjara selama bertahun-tahun tak membuatnya melakukan hal yang sama kepada rakyatnya untuk mengerti apa itu arti perjuangan.

The Dark Valley

Di antara film menarik lainnya, mungkin The Dark Valley yang paling punya kisah misterius dengan cerita yang anti mainstream. Berawal dari datangnya seorang fotografer yang mengaku orang Amerika dan disambut baik oleh pemimpin desa yang didatanginya, pertemuan tersebut justru menimbulkan tragedi baru di mana pembunuhan berantai secara misterius terjadi.

Dan ternyata kehadiran sang fotografer tersebut bukanlah tanpa sengaja melainkan menyimpan dendam rahasia.

The Irish Rebellion

Film ini punya keistimewaannya tersendiri karena merupakan dokumenter tentang kejadian dramatis di Dublin, Irlandia selama pekan paskah pada tahun 1916. Di mana sebuah kelompok kecil pemberontak Irlandia menantang kehebatan Kerajaan Inggris.

Film ini juga mengungkap peran utama warga negara Amerika keturunan Irlandia dalam upaya pemberontakan tersebut. Kompleksitasnya pun cukup tinggi, karena dokumenter ini menggabungkan rekaman arsip langka, segmen baru yang direkam kembali serta wawancara dengan ahli terkemuka.

Film-film tersebut bisa anda saksikan secara cuma-cuma di 6 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta.