Sosok

Dua Presiden Indonesia Yang Terlupakan

Sudah 73 tahun Indonesia menjadi bangsa yang merdeka sejak proklamasi dibacakan dengan lantang oleh Bung Karno, presiden Republik Indonesia yang pertama. Sejak itu hingga saat ini, umumnya warga negara Indonesia hanya mengenal 7 nama yang pernah duduk di kursi kepemimpinan Indonesia, yaitu Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan presiden Indonesia saat ini Joko Widodo.

 

Padahal dalam catatan sejarah lain yang jarang sekali diajarkan di instansi pendidikan, ada dua nama lain yang juga pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Siapakah dua tokoh tersebut? Yuk simak kronologisnya.

 

Sjafruddin Prawiranegara

presiden-1-1

Sjafruddin Prawiranegara, salah satu presiden Indonesia yang terlupakan | Istimewa

 

Tokoh yang satu ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat saat ini. Beliau adalah Sjafruddin Prawiranegara yang pernah menjabat sebagai presiden atau ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) sejak tanggal 22 Desember 1948.

 

Saat itu pemerintahan RI yang berada di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948 hingga 13 Juli 1949. Tokoh yang lahir di Banten ini juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga pernah merangkap jabatan sebagai menteri luar negeri, penerangan, dan pertahanan di PDRI.

 

Terbentuknya PDRI saat itu disebabkan pihak Belanda telah menangkap presiden Soekarno dan Moh. Hatta, sehingga membuat pemerintahan Indonesia saat itu goyah. Dan untuk mempertahankan Indonesia, Soekarno mengirim telegram kepada Sjafruddin secara sembunyi-sembunyi.

 

Isi telegram tersebut adalah perintah agar Sjafruddin yang menjabat sebagai menteri kemakmuran pada saat itu untuk segera membentuk pemerintahan darurat di Sumatera jika pemerintahan Soekarno-Hatta saat itu tidak bisa bekerja dengan semestinya. Atas perintah itu maka dibentuklah Pemerintah Darurat Republik Indonesia atau PDRI oleh Sjafruddin bersama beberapa tokoh Sumatera yang bertujuan untuk menyelamatkan kekosongan pemerintahan saat itu.

 

Sponsored Links

PDRI juga harus mengantongi ijin sebagai suatu negara di dunia internasional. Maka pada tanggal 22 Desember 1948, Sjafruddin memproklamirkan adanya PDRI dan kemudian berakhir pada tanggal 13 Juli 1949 saat pemerintahan PDRI diserahkan kembali kepada Soekarno yang telah dibebaskan oleh Belanda.

 

Mr. Assaat

presoden-2

Foto Mr. Assaat | Istimewa

 

Tokoh lain yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesia adalah Assaat. Beliau memimpin RI selama sembilan bulan terhitung sejak 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950.

 

Assaat menjabat sebagai presiden ketika pemerintahan RI yang berada di Yogyakarta merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat atau RIS. RIS merupakan negara serikat yang terdiri atas 16 negara bagian dan salah satunya adalah Indonesia.

 

RIS terbentuk karena pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada RIS berdasarkan perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949. Secara otomatis Soekarno dan Moh. Hatta pun menjabat sebagai presiden dan wakil presiden RIS.

 

Karena adanya penyerahan kedaulatan tersebut, maka kembali terjadi kekosongan pada pemerintahan Republik Indonesia. Soekarno pun memerintahkan kepada Assaat untuk sementara mengisi kekosongan kursi kepemimpinan pada pemerintahan RI tersebut.

 

Jabatan Assaat sebagai presiden yang mengisi kekosongan pemerintahan resmi berakhir ketika Belanda dan dunia internasional mengakui adanya kedaulatan RI dan RIS. Keduanya pun dilebur menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tanggal 15 Agustus 1950 yang   kembali dipimpin oleh Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakilnya.

 

Pada masa jabatannya sebagai presiden sementara Republik Indonesia, Assaat ikut berperan sebagai pendiri Universitas Gajah Mada (UGM) dan merupakan kampus pertama yang dibangun oleh Indonesia.

 

Itulah dua tokoh presiden Republik Indonesia yang tak tercatat di buku pelajaran sejarah dan telah banyak dilupakan oleh sebagaian penduduk Indonesia. Semoga ini bisa menambah wawasan kita dan menjadikan kita warga Negara yang kenal dengan sejarah panjang perjalanan Indonesia.