Olahraga

Ducati Masih Loyo di Sachsenring

Gelaran MotoGP Jerman di sirkuit Sachsenring, Minggu (15/7/2018) sekali lagi menjadi saksi betapa kuatnya seorang Marc Marquez sekaligus betapa kesulitannya motor Ducati dengan sirkuit ini. Bagaimana tidak, dari delapan pembalap dengan motor Ducati terlihat kesulitan untuk mencapai podium di sini, bahkan sejak beberapa tahun ke belakang.

Karakter  sirkuit yang memang cenderung pendek dan tidak banyak straight untuk melepas power membuat Ducati tidak cocok di Sachsenring. Capaian terbaik pernah dilakukan Casey Stoner pada tahun 2010 dan Andrea Dovizioso di tahun 2016, dan itu pun sama-sama podium ketiga.

Sponsored Links

Secara menyeluruh sebenarnya motor Ducati semakin kompetitif di Sachsenring, karena sejak awal balapan Jorge Lorenzo memimpin balapan hingga akhirnya mulai melorot di lap 14. Selain itu tiga pembalap Ducati lainnya yakni Danilo Petrucci, Alvaro Bautista dan Andrea Dovizioso tampak nyaman-nyaman saja walau tetap terbilang lemah di tikungan.

marc

Bautista menjadi yang paling mengejutkan, karena pembalap Spanyol yang satu ini jarang-jarang bisa ikutan ke rombongan depan, dan finis di posisi 5 dengan 19 poin membuat Angel Nieto Team menyambut bangga sang pembalap di paddock.

Yamaha sendiri terlihat masih bisa mengikuti kecepatan Honda di mana Valentino Rossi dan Maverick Vinales berhasil menyabet podium dua dan tiga. Yang cukup terlihat adalah cukup lamanya Vinales untuk mendapatkan kenyamanan di sirkuit ini sehingga doi mulai merangsek ke depan di akhir-akhir lap. Andai Vinales bisa lebih cepat panas sejak awal, bukan tak mungkin dia bisa berjibaku dengan Marquez untuk rebutan podim pertama.

Rossi tampak stabil walaupun usahanya untuk mendekati Marquez masih belum cukup, mengingat permasalahan Yamaha dengan elektroniknya tahun ini dan keberingasan Marquez membuat podium dua adalah hasil kerja yang cukup masuk akal di Sachsenring.

Overall, kita harus tetap salut untuk Marquez karena pembalap gila ini selalu terlihat seperti berada di kelas yang berbeda dengan pembalap-pemabalap lainnya. Marc, still the king.