Musik

“Ego & Fungsi Otak” Album Baru Fourtwnty

Penatnya para penikmat musik Indonesia terhadap sajian major label membuat banyak band Indie bermunculan. Deretan band indie ini pun hadir bukan hanya sebagai pemanis apalagi jual tampang, mereka memang benar-benar memiliki musikalitas yang mumpuni. Sebut saja, Payung Teduh, Efek Rumah Kaca, Bangkutaman, dan yang paling anyar adalah Fourtwnty.

Menghentak telinga penikmat musik Indonesia lewat lagu berjudul “Zona Nyaman” dalam film “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody”, nama Fourtwnty langsung melambung dan dikenal luas. Grup band Fourtwnty terbentuk pada awal tahun 2010. Band asal Jakarta ini merupakan bentukan Roby Satria atau Roby Geisha. Roby sendiri mengambil peran sebagai produser, music director dan composer.

Fourtwnty sendiri digawangi oleh 3 personel, yakni Ari, Nuwi dan Roots. Namun, Fourtwnty biasanya hanya menampilkan dua orang personelnya. Sosok yang jarang ditampilkan itu adalah Roots. Kepiawaian Fourtwnty dalam meracik lagu ternyata diterima dengan baik oleh pendengar. Sebut saja lagu Zona Nyaman, Fana Merah Jambu, Aku Tenang dan Diskusi Senja.

Fourtwnty hadir dengan musik yang begitu easy listening dengan lirik yang baku namun mudah untuk dicerna. Permainan kata dalam setiap liriknya pun memberi makna yang sering dialami banyak orang dalam keseharian. Pada tahun 2014, Fourtwnty telah merilis mini album berjudul “Setengah Dulu”. Dan pada 2015 Fourtwnty mengeluarkan full album dengan judul “Lelaku”. Band ini pun dilirik label Demajors, yang merupakan perusahaan rekaman band-band indie.

Kini Fourtwnty kembali menyapa dengan album barunya yang bertajuk “Ego & Fungsi Otak”. Album yang baru saja diluncurkan ini berisi 7 lagu; Segelas Berdua, Zona Nyaman, Realita, Trilogi, Kita Pasti Tua, Nyanyian Surau dan Kusut.

Dalam album barunya ini nuansa musik Fourtwnty lebih berwarna di mana proporsi distorsi pada gitar dihadirkan dengan sound yang lebih signifikan. Berbeda dari album sebelumnya di mana gitar sama sekali tak menggunakan efek suara. Selain itu, musik Fourtwnty terlihat lebih dewasa dari sebelumnya, hal itu ditunjukkan dari materi pemilihan lirik lagu yang terkait dengan isu-isu sosial beserta pesannya.

Fourtwnty pun juga berkolaborasi dengan drummer Matajiwa Reza untuk mengisi perkusi di beberapa lagu. Proses pengerjaan album ini sendiri cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran. Di mana Fourtwnty sempat terbebani dengan suksesnya album sebelumnya yang membuat tertekan untuk membuat lagu yang lebih menggebrak dari sebelumnya. Namun perlahan Fourtwnty lebih lepas dalam menggarap album terbaru ini sampai selesai.