Traveling

EIGER Mengasah Diri Sebagai Brand Tropical Adventure

Semakin tingginya antusias anak muda untuk menjelajah semakin membuat perlengkapan dan peralatan outdoor semakin ramai. EIGER pun tak mau kalah untuk mencuri hati para pengguna perlengkapan outdoor. Berdiri sejak 1989, EIGER terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai produk yang mumpuni dengan kualitas tinggi.

Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dengan iklim tropis tentunya memiliki hamparan kekayaan alam yang menantang untuk dijelajah. Untuk mengakomodir semua keperluan perlengkapan outdoor di alam tropis, EIGER dengan mantap mensuplai produk khusus untuk iklim tropis yang telah melalui riset dan uji coba yang panjang.

Dalam konferensi persnya di, Mal Gandaria City, Jakarta, Rabu (28/02/2018), pihak EIGER mengatakan jika pemilihan spesialisasi ini alam tropis ini karena fakta yang menunjukkan kalau sebanyak 40% populasi manusia hidup di iklim tropis. Lalu sebanyak 66% keanekaragaman flora dan fauna, serta 80% berbagai jenis serangga hidup di iklim tropis. Hal ini tentunya membuat EIGER terpacu untuk mengakomodir semua perlengkapan outdoor khusus untuk iklim tropis.

Untuk menegaskan kembali sebagai brand tropical adventure, EIGER melakukan kampanye dengan tagline “Tropical Adventure”. Nantinya akan ada dua sub tagline kampanye yakni 23,5’ dan Your Tropical Discovery. Angka 23,5’ sendiri diambil dari letak daerah tropis yang dibatasi oleh dua garis khayal bumi, yakni 23,5’ LU dan 23,5’ LS.

Marketing Communications Manager PT. EIGERINDO MPI Arif Husen, mengatakan “Selain data dan fakta tersebut, belum adanya brand yang secara khusus fokus untuk perlengkapan outdoor tropis juga menjadi alasan kami untuk menjadi produsen spesialis di iklim tropis,”

Indonesia sebagai salah satu Negara tropis terbesar di dunia yang memiliki 130 juta hektare hutan tentunya akan membuat aktivitas adventure semakin banyak dan kuat. Selain itu, lebih dari 100 gunung dan panjang garis pantai yang mencapai 99 ribu km akan membuat banyak petualangan dilakukan di Indonesia. EIGER sendiri secara khusus akan memberi tanda 23,5’ sebagai tanda otentik pada produk barunya yang mengedepankan tropical adventure.

Sponsored Links

Setelah selesai dengan ekspedisi pendakian 28 Gunung pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun lalu. Kali ini EIGER juga akan kembali melakukan ekspedisi untuk menunjukkan komitmennya sebagai brand tropical adventure juga untuk menunjukkan kualitas produknya. Untuk ekspedisi pendakian 28 Gunung tahun lalu sendiri masuk dalam MURI atau Museum Rekor Indonesia. Para public figure yang turut berpartisipasi dalam ekspedisi ini ialah Ramon Y. Tungka, David J. Schaap, Jessica Katharina, Eddi Brokoli dan Fiersa Besari.

Sedangkan ekspedisi kali ini, EIGER memilih gunung Hkakabo Razi yang merupakan gunung tertinggi di Asia Tenggara. Gunung ini memiliki ketinggian mencapai 5881 meter atau 19.295 kaki. Bukan perkara mudah untuk menyebut gunung ini sebagai tujuan, tim EIGER nantinya akan dihadapkan dengan banyak rintangan berat. Gunung yang berada di Kachin, Myanmar utara dan berbatasan dengan Tibet ini memiliki banyak kisah yang membuat banyak nyali para pendaki ciut.

Takashi Ozaki pendaki dari Jepang yang mendaki gunung ini pada 1995, membutuhkan waktu setidaknya satu bulan hanya untuk mencapai kaki gunungnya. Ia pun gagal mencapai puncak karena cuaca buruk. Dari 3 tim yang pernah mencoba untuk mendaki gunung ini, salah satunya tim dari National Geographic pun pada November 2014 harus mengakui ketangguhan gunung Hkakabo Razi. Tim ekspedisi National Geographic hanya nyaris sampai di puncaknya yang kurang lebih kurang 200 meter untuk mencapai puncaknya. Medan yang diisi oleh puluhan gunung dengan hutan hujan dan hutan salju menjadikan gunung ini punya rintangan bervariasi yang berat. Medan dingin, tandus, berangin, salju serta gletser permanen yang mendominasi gunung Hkakabo Razi sungguh membuatnya sulit untuk dicapai.

Niat tim ekspedisi EIGER untuk mendaki gunung ini bisa menjadi catatan tersendiri, bukan hanya untuk EIGER, tapi juga untuk kebanggaan Indonesia. Galih Donikara yang memimpin Tim EAST (EIGER Adventure Service Team) mengatakan, “Gunung akan memilih siapa saja yang ingin didaki, hanya orang-orang terpilihlah yang boleh mendaki. Kita pun bukan hanya sehari atau sebulan untuk melakukan persiapan untuk mendaki gunung tertinggi di Asia Tenggara dengan medan yang sangat kompleks ini,”

Selain itu, Galih Donikara juga mengatakan jika ekspedisi ini bisa menjadi kebanggaan untuk pemuda Indonesia dan menambah prestasi para pendaki Indonesia di dunia.