Etika

Etika Bertanya di Jalan

“Malu Bertanya Sesat Di Jalan” Tapi apakah kalian sudah tahu etika bertanya di jalan? Mungkin sekarang lewat kemajuan teknologi kita tak perlu lagi repot bertanya untuk mencapai ke suatu tempat. Namun nyatanya tak semua alamat diketahui oleh Google Maps.

Dalam artikel kali ini Lanang Indonesia membahas tentang pentingnya etika saat kita bertanya di jalan. Entah karena lupa atau malas kita sering kali melupakan cara bertanya di jalan yang baik. Tapi rasanya seorang pria sejati tak akan mau merendahkan dirinya hanya karena etika.

Sopan

Hal pertama yang harus anda tunjukkan adalah kesopanan. Awali dengan salam atau permisi, ini penting agar orang merasa dihargai dan mau memberi tahu jalan dengan baik. Seringkali karena tak sopan saat bertanya, orang memberikan arah yang salah.

Turun

Tak peduli sebagus apapun kendaraan yang anda naiki, turun dari kendaraan saat bertanya alamat adalah hal wajib. Jangan sampai hanya karena hal ini cap sombong melekat pada diri anda.

Buka

Jika anda menggunakan motor, maka bukalah kaca helm atau lepaskan dulu helm anda jika menggunakan helm full face. Penting untuk menunjukkan wajah saat bertanya di jalan. Tentu anda tak ingin dicurigai sebagai pelaku kriminal, bukan?

Jangan Dari Belakang

Jika anda telah menemukan orang yang dirasa tepat untuk bertanya, maka jangan pernah melakukannya dari belakang. Selain mengagetkan, orang tersebut juga pasti langsung berpikir aneh tentang anda. Bisa saja anda dikira sebagai pelaku kejahatan dengan modus hipnotis.

Matikan Mesin

Untuk melancarkan komunikasi selama bertanya maka matikanlah mesin anda. Sehalus apa pun itu tetap saja akan mengganggu. Tentu anda tak mau kan salah arah hanya karena salah mendengar.

Mungkin bertanya di jalan adalah hal biasa dan sepele, tapi nyatanya banyak orang yang tak tahu caranya.