Etika

Etika Dengan Ponsel & Email

Smartphone hari ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Tidak percaya? Coba hitung berapa lama tangan kalian bisa melepaskan ponsel dari genggaman. Nah karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup kalian, tentunya terkoneksi dengan kehidupan sosial lewat ponsel juga memiliki pola etika sendiri loh bro.

 

Sponsored Links

 

Waktu Respon

Pahami waktu respon kalian terhadap panggilan telepon atau email. Kepada orang-orang yang ada di dalam lingkaran sepert teman atau keluarga mungkin oke-oke saja respon yang lambat, tapi kalau sudah berhubungan dengan pekerjaan dan bisnis balas atau angkat telepon secepat mungkin. Kredibilitas dan kesuksesan karier kalian ditentukan di sini.

Tone Menentukan

Tahukah kalian kalau tone suara kita yang cempreng sebenarnya tidak terlalu pas saat digunakan dalam panggilan telepon yang formal? Bagi kalian yang memiliki suara penuh dengan treble sebaiknya lebih mengontrol suara untuk mendapat feel yang pas dengan gaya bahasa formal.

Timing

Semua hal yang berbau pekerjaan, lakukan pada jam kerja. Tak terkecuali mengirim email dan melakukan panggilan telepon. Jangan lakukan panggilan telepon atau mengirim email di mana pada akhirnya tujuannya akan dilakukan keesokan harinya. Jadi, apa yang harus dilakukan besok, lakukan besok!

Tatap Muka Lebih Baik

Pembahasan yang sangat penting di mana bahkan mungkin bisa menimbulkan ketegangan sebaiknya dilakukan dengan tatap muka. Panggilan telepon atau email hanya sebagai notifikasi. Pada teks tak bisa ditemukan tinggi rendahnya suara. Pada panggilan telepon kita tak bisa melihat air muka lawan bicara. Akan banyak kesalahpahaman yang terjadi jika bahasan yang serius dilakukan lewat media.

Jangan Jadi Pengganggu

Dalam beberapa urusan mungkin panggilan telepon kalian tidak akan diangkat atau email tidak dibalas. Untuk panggilan telepon berhentilah di percobaan kedua. Dan untuk email lakukan sekali saja lalu konfirmasi lewat media lainnya jika kita sudah mencoba melakukan kontak. Banyak orang yang terlalu malas untuk mengatakan ketidaktertarikan mereka sehingga cenderung lebih memilih diam.

Intinya kehati-hatian dalam berkomunikasi lewat media lebih harus diperhtikan bro, karena banyak hal yang terlewatkan. Jika kalian terbiasa dengan lingkungan manner yang baik tentunya memahami etika-etika ini tak akan terlalu sulit.