News

Fakta Di Balik Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

Pertemuan bersejarah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah berlangsung sejak pukul 09.00 pagi tadi di Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Kedua pemimpin akan bertatap muka selama 45 menit dengan membahas soal denuklirisasi Korea Utara dengan timbal balik bantuan ekonomi, seperti ditulis dalam laporan The Strait Times Singapore.

Dalam pertemuan yang memberi dampak positif terhadap dunia ini menghadirkan sejumlah fakta tak terduga. Apa saja fakta-fakta itu, berikut rangkumannya:

Menyewa Pesawat Maskapai

Kim Jong Un tiba di Singapura dengan pesawat Boeing 747 milik maskapai Air China. Pesawat ini membuat banyak orang salah memprediksi, di mana, sebelumnya banyak laporan mengatakan Kim Jong Un beserta rombongan akan menaiki jet pribadi buatan Uni Soviet Ilyushin-62. Jet pribadi Kim Jong Un yang tak bergengsi dianggap menjadi alasan ia menyewa Boeing 747 untuk mengimbangi Air Force One milik Kepresidenan Amerika Serikat.

Biaya Pertemuan Ditanggung Singapura

Sebagai Negara yang ditunjuk oleh kedua belah pihak Singapura sesegera mungkin menyiapkan diri untuk menjadi rumah pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un. Meskipun ditunjuk bukan karena inisiasi sendiri, namun Singapura menanggung semua biaya yang diperlukan untuk menyiapkan pertemuan bersejarah tersebut. Total biaya yang dikeluarkan oleh Singapura untuk menyiapkan pertemuan ini mencapai 15 ribu dollar Singapura atau setara Rp 207 miliar. PM Singapura Lee Hsien Loong “dengan menjadi tuan rumah pertemuan besar ini maka Singapura akan mendapat nama baik di mata dunia internasional,”

Kim Jong Un yang Khawatir

Perjalanan menuju Singapura merupakan kunjungan terjauh Kim Jong Un sejak memimpin Korea Utara pada 2011. Sebagai Negara dengan sistem otoriter dan diktator ternyata membuat Kim Jong Un menyimpan kekhawatiran tersendiri dalam melakukan pertemuan ini. Kim mengkhawatirkan akan upaya pembunuhan terhadap dirinya dan berbagai upaya sabotase selama perjalanan. Selain itu, Kim juga khawatir akan bayang-bayang kudeta selama ia meninggalkan Korea Utara. Ada selisih pendapat internal terkait pendekatan Kim Jong Un terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Terpisah Dari Singapura

Lokasi yang dipilih untuk Donald Trump dan Kim Jong Un berdiskusi adalah Capella Hotel yang berada di Sentosa Island. Capella Hotel sendiri terpisah dari Singapura karena berada di Pulau Sentosa. Hotel ini dipilih lantaran lokasinya yang terpisah dari Singapura, sehingga memberi privasi yang lebih.

Diliput Puluhan Ribu Media

Sponsored Links

Sebagai pertemuan bersejarah selama berdirinya Amerika Serikat dan Korea Utara, membuat seluruh dunia tertuju pada pertemuan ini. Lebih dari 25.000 media massa internasional dilaporkan sudah tiba di Singapura untuk mengambil gambar dan video kedatangan Kim dan Trump pada Minggu (10/6/2018) waktu setempat.

Itulah sejumlah fakta yang dirangkum Lanang Indonesia. Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump bukan sebuah pertemuan politik biasa, melainkan bisa meredakan ketegangan dunia serta membangun tren positif ekonomi global.