Fashion

Fashion Sebagai Lini Budaya

Selama ini jika berbicara budaya dan lininya maka kita selalu tertuju pada komunikasi, sosial dan ekonomi. Padahal tak hanya itu saja, fashion pun juga memegang peranan penting dalam masyarakat dibanyak tempat. Meski belakangan mengalami penyempitan makna,tetapi sebenarnya fashion adalah lini budaya yang menarik untuk dibahas.

Fashion telah menjadi bagian yang menyatu dengan penampilan dan keseharian. Berbagai benda seperti baju dan aksesori yang digunakan bukanlah hanya sekedar penutup tubuh atau pemanis saja, tetapi juga sebagai alat komunikasi atas identitas pribadi maupun kelompok. Wajar saja karena perannya ini, penulis Thomas Carlyle mengatakan jika Pakaian menjadi ‘Perlambang Jiwa’.

fashion-1950

Fashion pria di era 1950-an, fashion juga bisa menjadi penanda zaman yang merefleksikan selera masyarakat saat itu | Dok. Next Luxury

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang fashion, ada baiknya jika kita juga tahu apa makna kata fashion itu sendiri. Kata “fashion” yang sering kita ucapkan meminjam dari istilah bahasa asing yang artinya busana atau pakaian. Lebih tepatnya lagi kata “Fashion” berasal dari bahasa Latin “factio” yang artinya membuat atau melakukan. Arti kata fashion sendiri mengacu pada kegiatan yaitu sesuatu yang dilakukan seseorang. (Barnard, terj., Ibrahim dan Iriantara, 1996:11)

Tanpa kita sadari, fashion adalah alat komunikasi non-verbal yang dapat dilihat dari cara kita berpakaian. Fashion yang kita kenakan mencerminkan tentang siapa diri kita. Ada pesan tertentu kenapa anak hipster berpakaian retro 50an, hippies dengan baju tie dye-nya, band metal dengan pakaian serba hitam dan komunitas punk dengan rambut eksploratifnya. Bicara fashion memang pasti anak muda yang selalu jadi objeknya, karena kalangan ini adalah yang paling memiliki sifat dinamis, terbuka dan bersemangat akan perubahan dan berekspresi. Maka jika berbicara itu semua maka tepatlah perkataaan Umberto Eco yang tersohor “I speak through my cloth” (Aku berbicara lewat pakaianku).

suku-tamburu

Pakaian adat Suku Tamburu, Ghana, yang membuktikan kalau fashion telah dikenal sejak lama | Dok. Fashion GHANA

Belasan abad silam masyarakat tradisional juga telah mengenal fashion, oleh itulah kita mengenal pakaian adat yang memiliki banyak simbol dan makna. Kini dalam modernitas, fashion telah sedikit bergeser dan malah membentuk budaya konsumtif, membentuk pola pikir untuk melihat fashion sebagai gaya hidup dan merk adalah salah satu bagian dari fashion. Akhirnya banyak dari kita dalam berpenampilan hanya memperhatikan ‘kulit’ bukan ‘isi’.

pitt-uttmo-1

Fashion idealnya bisa menjadi pergerakan sosial dan menyadarkan arti berpenampilan | Dok. Man of many

Jadi sejatinya, fashion haruslah membuat kita merasa nyaman dengan apa yang kita pakai dan bukan hanya sekedar mengekploitasi bentuk tubuh, menjadikan kita konsumtif dan hanya sekedar mendapat penilaian bahwa kita adalah orang yang fashionable. Pilihlah pakaian yang mewakili pribadi dan karakter kita. Fashion itu haruslah jujur dan apa adanya.