Motor-mobil

Geely, Mobil Terbang Ala Cina

Cina sebagai Negara yang perekonomiannya terus bertumbuh menjadikan Negara ini memiliki banyak industri otomotif yang besar dan kuat. Salah satunya adalah Geely, perusahaan otomotif asal Cina yang mengawali debutnya dengan memproduksi kulkas ini akan dengan segera akan memproduksi mobil terbang.

Di Indonesia sendiri Geely tak sukses dalam mengadu peruntungan, tapi sepertinya hal ini hanya berlaku di Indonesia saja. Bulan lalu, Geely baru saja menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan pemilik Mercedes-Benz, yakni Daimler. Tapi ini bukan yang utama, melainkan proyek mobil terbang adalah ambisi yang utama.

Seperti dilansir dari China Daily, Selasa (6/3/2018), pihak Geely pada minggu lalu akan menyewa insinyur, untuk membantu mengenalkan dan memproduksi prototip dari Terrafugia Inc, perusahaan pembuat mobil terbang yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan itu diketahui memang telah diakuisisi oleh Geely pada bulan November 2017.

Jauh sebelumnya, pada tahun 2009, Geely juga membuat gebrakan dengan membeli perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo. Geely membeli saham Volvo dari Ford Motors, yang setuju untuk menjualnya seharga US$ 1,8 miliar pada Maret 2010 kepada Geely.

Agar proyek mobil terbang ini berjalan mulus, pihak Geely akan mencari kontraktor untuk merenovasi workshop produksi mobil penumpang yang berada di Hangzhou, Zhejiang, Cina. Hal ini bisa dimaklumi karena rencananya mobil terbang yang akan dikembangkan Geely akan diproduksi di Cina, meski pengembangannya sendiri dilakukan di Amerika Serikat.

Managing Director LMC Automotive Shanghai, John Zeng mengatakan, jika menjadikan Amerika Utara sebagai pasar pertama mobil terbang adalah keputusan tepat. Regulasi mengenai lalu lintas udara yang lebih ramah dan populasi yang lebih sedikit dibanding Cina, menjadi salah satu alasan kenapa Amerika Utara merupakan lokasi yang tepat, baik itu untuk uji coba dan penjualan.

Terrafugia Inc yang berdiri sejak tahun 2006, telah meluncurkan mobil terbang pertamanya pada tahun 2012. Mobil dengan model Transition ini dijual seharga Rp 3,8 miliar. Pada 2013, Terrafugia juga memamerkan desain baru TF-X yang tercatat sebagai mobil terbang pertama yang dapat terbang vertikal tanpa perlu ancang-ancang. Rencananya, mobil dengan kecepatan 320 km/jam ini akan mulai dijual pada 2023 mendatang.

Meski begitu, Geely masih menutup rapat spesifikasi teknis model pertama Terrafugia, TF-1, yang rencananya akan diluncurkan di Amerika Serikat pada Juli 2019. Terrafugia TF-1 ini merupakan model mobil terbang pertama yang dikembangkan bersama antara pihak Geely dan Terrafugia.

Gagasan yang futuristik bisa menjadikan industri mobil terbang sebagai solusi baru dalam berkendara di masa depan. Selain itu, pihak Geely juga sambil menunggu kesiapan regulasi mobil terbang di Cina yang belum mendukung, meskipun Geely sudah siap memasarkan mobil terbang ini.