Kuliner

Geliat Malam Kota Tua Bandung

Apa yang kalian tahu tentang Bandung? Gedung Sate, Lembang, atau Teropong Bosscha. Ternyata kota Pasundan menyimpan sejarah yang menarik untuk dilirik. Benar kata Psikolog sekaligus Budayawan M.A.W. Brouwer “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”.

Menjadi salah satu pilihan Belanda dalam membangun infrastruktur politik dan sosial membuat Bandung memiliki sejarah yang panjang khususnya kawasan kota tua. Lanang Indonesia pun menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung geliat malam kawasan kota tua Bandung.

merdeka1

Panggung hiburan Eidfest 2017 di kawasan kota tua Bandung | Andika Aditia

Jika sobat lanang pernah melewati Gedung Merdeka di Jalan Asia-Afrika, atau Jalan Braga, maka disitulah tempatnya. Aksi Pemerintah Kota Bandung yang berhasil menyulap kawasan kota tua ini menjadikannya hidup kembali. Trotoar yang tertata rapi, suasana yang oldish, serta street furniture seperti bangku dan ornamen yang ada membuat orang betah untuk berlama-lama di kawasan ini meski hanya untuk sekedar lewat.

Dimulai dari Gedung Merdeka yang menjadi saksi sejarah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika atau KTT AA. Lalu ada Gedung de Vries, Gedung Majestic dan Jalan Braga yang menjadi pusat pertokoan Kota Bandung kala dulu.

merdeka2

Telur sayur merupakan kuliner yang bisa ditemui di kawasan kota tua Bandung | Andika Aditia

Jalan Braga sendiri telah menjadi ikon salah satu sudut Bandung yang dikenal luas. Selain karena struktur bangunannya yang masih sama, Jalan Braga juga menjadi tempat banyak kegiatan seni berlangsung. Salah satu kegiatan tersebut ialah Braga Festival.

Ketika menginjakkan kaki di pedestrian kawasan kota tua, kami sangat beruntung mendapati suasana yang memang sedang ramai lewat acara Eidfest 2017. Acara ini merupakan bazar selama 23 hari dalam menyambut Bulan Ramadan. Berbagai komunitas dan sajian kuliner pun memanjakan mata setiap pengunjung yang datang.

 merdeka3

Pengunjung memadati acara Eidfest di kawasan kota tua Bandung | Andika Aditia

Fakta unik yang Lanang Indonesia dapat, ternyata sangat sedikit warga Kota Bandung yang berkunjung ke kawasan kota tua ini. Hal itu dikarenakan kawasan ini merupakan salah satu titik macet tertinggi di Bandung. Kebanyakan yang datang kesini adalah pengunjung dari luar Kota Bandung.