Musik

Gibson, Gitar Legenda yang Akhirnya Bangkrut

Setelah berjuang melewati masa-masa kritis yang melelahkan, akhirnya Gibson harus menyerah dan menyatakan bangkrut. Klimaksnya pada Selasa (1/5/2018), Gibson Brands Inc secara resmi mendaftar ke pengadilan dengan klausul Chapter 11 tentang Perlindungan Kebangkrutan. Pendaftaran ini pun memastikan bahwa nasib Gibson Brands Inc benar-benar bangkrut.

Sebelumnya Gibson terjerat utang sekitar US$ 100 juta hingga US$ 500 juta, plus berutang kepada 26 perusahaan lain, termasuk pemasok produknya. Kesulitan yang dialami perusahaan ini juga disebabkan oleh ketimpangan angka antara dana yang harus mereka keluarkan dan rendahnya pemasukan yang disebabkan oleh penurunan drastis dalam penjualan gitar secara keseluruhan.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (1/5/2018), Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Pengadilan Delaware, Gibson berutang sebanyak US$ 500 juta atau setara Rp 6,5 triliun dan pemberi utang menyediakan pinjaman lagi mencapai US$ 135 juta atau Rp 1,3 triliun untuk tetap menjaga perusahaan gitar legendaris asal Amerika Serikat itu tetap berjalan.

Selama masa penyusunan ulang struktur perusahaan, Gibson akan tetap merancang, menjual dan juga memproduksi gitar legendaris Gibson serta Epiphone, juga memonitor studio KRK, Cerwin Vega dan pengeras suara, tanpa interupsi – dengan perjanjian yang telah disepakati dengan para pemegang saham.

Kedepannya Gibson di bawah para pemegang jabatan baru akan mencoba fokus pada bagaiamana menarik kembali antusias penggemar instrument musik konvensional. Pesatnya perkembangan musik digital belakangan ini memang harus diakui menjadi pengaruh menurunnya penjualan gitar. Sepertinya seperangkat Turntable lebih digemari oleh anak muda masa kini, ketimbang mengalunkan senar gitar.

Kondisi kebangkrutan ini membuat CEO Gibson, Henry Juszkiewicz yang telah memimpin selama tiga dekade harus rela melepas posisinya. Nantinya, Gibson kemudian akan dipimpin oleh para pemberi utang, dalam hal ini adalah Silver Point Capital, Melody Capital Partners, dan KKR Credit Advisors.

Akankah aura magis Les Paul, Orville Gibson, Jimmy Page dan Slash akan mampu menolong kembali kejayaan Gibson. Sejatinya meskipun bangkrut, Gibson tak benar-benar hilang hanya kini beralih tangan. Selamat berjuang Gibson.