News

Gibson, Pencipta Dewa Gitar yang Sedang Kritis

Jika mendengar nama Orville Gibson mungkin tak banyak yang langsung mengangkat tangan, sebagian mungkin hanya mengaitkannya dengan gitar legendaris Gibson. Tapi Orville Gibson adalah orang yang mendirikan Gibson.  Selama perjalanannya yang sudah lebih dari satu abad, Gibson telah menghiasi banyak panggung besar, gitaris-gitaris hebat pun banyak yang lahir dari alunan merdu senar gitarnya. Namun sayang, kini Gibson terancam punah alias bangkrut karena masalah keuangan yang melanda perusahaan.

Gerakan jari Slash masih teringat jelas bagaimana ia mengalunkan melodi di tanah lapang, depan sebuah gereja. Tak main-main, pengambilan gambar pun dilakukan dari atas dengan helikopter. Tak ayal, aksinya ini pun mengilhami ribuan anak muda untuk menghidupkan jiwa rockstarnya, tentunya juga dengan gitar Gibson Les Paul yang ditenteng Slash.

Alunan melodi apik dari Gibson juga bukan hanya ditenarkan oleh Slash, dua dekade sebelumnya Gitaris Led Zeppelin Jimmy Page telah membuat gitar ini menjadi idola. Dengan santai ia melantunkan nada lagu Stairway to Heaven lewat Gibson SG double neck yang sampai kini masih menjadi idaman para gitaris.

jimmy-page

Gitaris Jimmy Page dengan Gibson SG double neck lewat lagu Stairway to Heaven yang fenomenal | Dok. Dailynews

Begitulah Gibson, Mulai dari Les Paul, Chuck Berry, B.B King, Paul McCartney, Billy Gibbons, George Harrison, Angus Young, John Lennon, Mick Taylor, Martin Barre, sampai Joe Perry, besar lewat gitar Gibson di tangannya. Tanpa garansi pun Gibson tetap mampu memberi jaminan paten.

Orville Gibson sendiri memulai perjalanannya pertama kali pada 1898, bukan pada gitar, melainkan mandolin. Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co, Ltd adalah nama resmi Gibson berdiri sebagai perusahaan pada tahun 1902. Selama beberapa dekade menjalani perusahaan dengan cukup santai, Gibson memutuskan untuk melakukan ekspansi disegala lini. Puncaknya ketika seorang sarjana teknik Ted McCarty bergabung. Ted membawa ide dan gagasan yang mengantarkan Gibson pada puncak kejayaan.

Ted mampu menyulap jumlah karyawan Gibson dari semula 150 orang menjadi 1.200 orang hanya dalam waktu 15 tahun. Rancangan gitar McCarty dianggap nyeleneh pada zamannya, entah itu aspek teknologi maupun bentuk. Contoh hasil eksperimennya adalah Gibson Flying V dan Explorer pada tahun 1958. Gitar lancip dengan bentuk yang mengkerucut ini kini laris manis oleh para pemain musik metal.

lespaul2

Les Paul dengan gitar Gibson rancangannya | Dok. live for live music

Sponsored Links

Tetapi Ted tak sendiri, sadar ia tak bisa memainkan gitar, Ted kerap meminta pendapat dari para gitaris mengenai gitar rancangannya. Hal ini pula yang mengantarkannya bertemu dengan gitaris handal Les Paul. Duet mereka menambah daya gedor Gibson. Jenis Gibson Les Paul Goldtop, Les Paul Custom, Les Paul Standard dan Les Paul Junior lahir dari duet mereka. Les Paul yang merupakan musisi Jazz, sukses mengantarkan Gibson menjadi gitar terlaris di dunia, bersaing ketat dengan Fender Stratocaster dan Fender Telecaster.

Bersama Les Paul juga, model Les Paul SG lahir. Belakangan Les Paul meminta namanya dicabut dari model tersebut karena merasa tak sreg dengan desainnya. Lucunya, Gibson SG (solid guitar) justru menjadi produk Gibson paling laris. Pada 1961-1963, SG terjual lebih dari 6.000 unit, melewati Gibson Les Paul yang terjual 1.700 unit dalam periode 1958-1960.

Kini kejayaan tersebut sudah lewat, seperti dilansir dari Variety, Senin (19/02/2018), Gibson sedang dalam masa kritisnya. Utang perusahaan sebesar US$ 375 juta terancam tak terbayar. Kondisi ini juga semakin diperparah karena pemasukan terhadap industri alat musik gitar sedang lesu, pada 2013 Gibson memiliki pemasukan sebesar US$ 2,1 miliar, namun kini hanya US$ 1,7 miliar. Lalu mundurnya CFO Gibson Bill Lawrence yang belum genap setahun mengabdi membawa beban mental tersendiri bagi perusahaan. Kini Gibson tinggal punya waktu enam bulan untuk melunasi semua hutang tersebut.

Beberapa problem yang dimiliki oleh Gibson mungkin tak hanya soal hutang yang melilit. Setidaknya tren teknologi telah membuat musik elektronik lebih disukai dan menguasai pasar ketimbang grup-grup band. Akibatnya sosok guitar hero yang selalu ra mai di era 50-90’an kini mulai sepi. Gitar perlahan tak lagi seksi di mata millenial, seperangkat alat musik DJ mungkin kini lebih hits. Dan satu lagi permasalahannya adalah, Gibson yang mematok harga jualnya terlalu mahal. Dari pesaing terberatnya saja, Fender, Gibson bisa punya selisih 30% - 70 % lebih mahal.