Sosok

Haryanto Adikoesoemo, Pengusaha Penggila Seni

Seni memang tak pandang bulu, tak mengenal kalangan maupun usia. Siapa pun bisa bergelut dan menikmatinya secara langsung tanpa ada yang menghalangi. Kepedulian terhadap seni tak harus melulu dilakukan oleh pelaku seni itu sendiri.

Salah satunya Haryanto Adikoesoemo, pria kelahiran tahun 1962 ini merupakan pengusaha yang aktif di dunia seni. Kecintaannya pada seni sudah lama ia miliki, selama 25 tahun Haryanto mengoleksi dan mengumpulkan benda seni.

Total benda seni yang dikoleksinya sebanyak 800 buah, 40 persen di antaranya dari Indonesia, 35 persen dari Amerika dan Eropa Barat, sedangkan sisanya dari kawasan Asia. Banyak karya dari seniman terkenal baik Indonesia maupun internasional telah dimilikinya, seperti Raden Saleh, Affandi, Gerhard Richter, Anish Kapoor, Jeff Koons, dan Frank Stella.

Dalam wawancaranya dengan New York Times, pada 25 Januari 2016, Haryanto mengatakan tentang rencananya yang sedang membangun museum seni kontemporer dan modern bertaraf internasional pertama di Indonesia. “Saya ingin Museum MACAN bisa berkembang dan memajukan pemahaman orang Indonesia tentang seni dan apresiasinya terhadap seni”, ujar Haryanto.

Selain itu, Haryanto juga ingin museum tersebut yang diberi nama MACAN, kepanjangan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara, bisa membantu pertukaran seni Indonesia dan dunia.

Haryanto Adikoesoemo adalah presiden PT AKR Corporindo, perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang kimia dan logistik energi. Ia juga menduduki jabatan yang sama di AKR Land Development yang membangun properti. Sejak 2015 ia juga menjabat sebagai Board of Trustees di Hirshhorn Museum and Sculpture Garden in Washington DC, Amerika Serikat.