Terkini

Herawati Diah, Pejuang Itu Akhirnya Tutup Usia

 “Tidak ada modal asing, pelacuran kepentingan dengan kekuatan asing atau segi-segi a-nasionalis lainnya,” begitulah kutipan dari tokoh pers nasional Herawati Diah dalam kata pengantar buku “Aku Wartawan Merdeka” karya Neta S Pane.

Wartawan senior berusia 99 tahun tersebut akhirnya meninggal dunia pada Jumat (30/9/2016), setelah menjalani perawatan selama satu bulan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Kepergiannya pun membawa duka bagi insan pers tanah air.

Wanita bernama lengkap Siti Latifah Herawati Diah ini lahir di Tanjung Pandan, Belitung, tahun 1917. Ia merupakan istri dari mantan Menteri Penerangan era Presiden Soekarno, yakni B.M. Diah. Bersama sang suami Herawati Diah pun mendirikan koran Merdeka pada 1 Oktober 1945.

Herawati Diah pun juga dikenal berkat mendirikan The Indonesian Observer, koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia, pada tahun 1955. Koran tersebut diterbitkan dan dibagikan pertama kali dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, tahun 1955.

Menjadi seorang wartawan yang merasakan kerasnya zaman membuat Herawati Diah menjadi sosok yang dikenal tangguh, tegas dan imparsial. Hal itu pun sudah terlihat sejak ia menempuh pendidikan sejak kecil di mana ia menempuh pendidikan Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta, yang kemudian mengantarkannya ke Jepang di American High School, Tokyo.

Setelah itu, atas dorongan ibunya, Herawati terbang ke Amerika Serikat untuk belajar ilmu sosiologi di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Columbia, New York, dan lulus pada tahun 1941.

Usia boleh bertambah namun semangat perjuangan Herawati Diah tetap berkibar. Ia terus mencerdaskan publik lewat media yang didirikannya. Berkat semangatnya, ibu dari 3 anak ini pun dianugerahi Bintang Mahaputra pada tahun 1978, penghargaan yang diberikan negara khusus warga sipil atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa Indonesia.

Beliau pernah berkata “Hati nurani adalah penyuluh dari pekerjaan dan sukses wartawan...”. Kata-kata atas pandangannya terhadap dunia jurnalistik itu pun sangat diingat oleh banyak wartawan lainnya.

Selamat jalan Diah Herawati, perjuanganmu telah mencerdaskan bangsa dan ketegasanmu telah menjaga independensi pers.