News

Hukuman Tegas Pengendara Mainan Ponsel?

Pernah bertemu dengan pengendara motor atau mobil yang terlihat berkendara dengan canggung di jalan raya, ketika dilihat ternyata mereka sedang sibuk dengan ponselnya. Nah dalam waktu dekat pengendara jenis ini akan bisa dengan mudah kena tilang bro, loh kok bisa?

Mari mengacu pada Pasal 106 Ayat 1 Nomor 22 Tahun 2009 tentang UU Lalu Lintas yang berbunyi “bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena menggunakan telepon genggam sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraannya.” Tersurat jelas bagaimana idealnya para pengendara di jalan raya wajib fokus berkendara.

Tapi yang terjadi sekarang ini bagaimana kita menemukan hampir seluruh pengemudi ojek online selalu sibuk dengan ponselnya saat berkendara. Membahayakan? Tentu bray.

Nah yang jadi polemik sekarang adalah ketakutan dari penerapan pasal ini. Karena banyak mobil yang sudah dilengkapi dengan perangkat GPS berlayar di dashboard untuk memudahkan pengemudi. Ditakutkan petugas di lapangan menilang tanpa tebang pilih, padahal fungsi GPS sendiri sangat membantu.

Semakin melebar bahkan pengendara yang mendengarkan musik dan merokok saat berkendara juga akan terkena imbas dari pasal di atas. Jika kita merunut pada pasal tersebut pada kalimat kedua adalah “Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena menggunakan telepon genggam.” Secara harafiah mendengarkan lagu lewat ponsel bisa masuk dalam kategori terganggu konsentrasinya, sedangkan merokok tidak akan bisa ditilang dengan pasal ini.

Pada akhirnya banyak jawaban dari netizen yang tidak setuju dengan soal mendengarkan lagu saat berkendara. FYI bro, jika untuk urusan naik kendaraan sejujurnya semua fokus dibebankan pada mata dan refleks tubuh. Soal mendengarkan musik kita akan bertanya-tanya kenapa di setiap mobil tersedia setidaknya radio dengan audio visual?

Penerapan hukum ini menjadi gampang-gampang susah untuk para petugas. Wajib satu suara dulu soal siapa saja yang kena dan tidak baru mulai diterapkan dengan serius. Sulit kan bro kalau masih beda tafsir antara penegak hukum dan objeknya. Yang pasti bawa mobil/motor sambil pencat-pencet ponsel adalah yang paling salah ya bro.